Langsung ke konten utama

Syukur Salah Satu Kunci Kebahagiaan

Bahagia. Apa sih definisi sesungguhnya? Jawabannya beragam. Tergantung dari cara pandang orang yang ditanyakan. Bagi yang sedang tidak ada uang tentu kata bahagia menurut mereka ya punya banyak uang. Bagi yang menjomblo tentu memiliki pasangan merupakan kebahagiaan yang mereka nantikan. Dan masih banyak arti bahagia itu.


Namun satu yang pasti, kebahagiaan itu bukan di cari. Tapi diciptakan. Loh! Bagaimana caranya? Tentu tergantung individu masing-masing. Seperti apa ia mengartikan bahagia itu. Jika memiliki uang banyak membuat bahagia, tentu giatlah bekerja. Jangan bertopang dagu dan duduk manis sepanjang hari.

Jika berada di rumah adalah sebuah kebahagian, maka ciptakan suasana rumah yang nyaman agar seluruh anggota keluarga betah dan senang berada di rumah. Namun dari kesemuanya itu, ada satu kunci agar bisa menciptakan kebahagiaan di mana pun dan kapan pun kita berada. Apa itu? Syukur. Ya, satu kalimat itu saja. Niscaya jika diamalkan dan diyakini. Pasti hidupnya akan bahagia. Siapa pun itu.

Bersyukurlah jika masih jomblo. Jadi bisa memutuskan apa pun sendirian. Bersyukurlah jika sudah diberi pasangan. Jadi ada tempat berbagi dan mengatur hidup kita. Bersyukurlah jika tak memiliki uang yang banyak. Sehingga bisa tinggal di rumah dan lancar melakukan ibadah ini dan itu. Bersyukurlah jika memiliki pekerjaan meskipun berat dan jauh dari rumah. Karena masih banyak yang hari-harinya habis untuk berkeliling mencari pekerjaannya.

Dan satu hal lagi yang diperlukan untuk bisa merasakan bahagia. Lihatlah ke bawah. Begitu banyak orang-orang yang sudah payah mencari rezeki demi memenuhi kebutuhan pokok mereka. Sementara kita, Alhamdulillah untuk makan apa saja sudah tersedia di rumah. Tergantung selera. Jadi tak perlu mengatakan.

 "Aku tak bahagia. Hidupku merana sekali." 

Lihat sekitar kita. Syukuri apa yang kita miliki. Niscaya ada kebahagiaan di hati. (EP)



#onedayonepost
#hariketujuhpuluhempat
#introspeksidiri


          Pak tua yang bekerja sebagai petugas kebersihan.




Ibu penjaja kue serabi di pagi buta



Pak tua yang masih berkeliling menjual kue

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...

Kiat Menjadi Muslimah Zaman Now

Muslimah. Sebutan bagi perempuan muslim, yang sepatutnya menjadi sebuah kebanggan. Sebab tidak semua perempuan mendapatkan predikat atau panggilan seperti itu. Ada campur tangan Allah yang bernama hidayah. Hidayah ini sesuatu yang mahal dan langka. Sepatutnyalah dijaga baik-baik jangan sampai terlepas begitu saja. Karena ini sebuah pertanda bahwa kita adalah orang-orang yang terpilih. Melalui hidayah yang diterima itulah maka seseorang bisa disebut muslimah. Hal ini merupakan tameng atau perisai diri bagi seorang perempuan (muslimah) tersebut. Bagaimana tidak? Dengan menjadi muslimah, harga diri si perempuan menjadi terjaga. Sebab Allah SWT sendiri yang langsung menjaganya dengan aturan-aturan yang tercantum  dalam Al-Qur'an. Kitab suci umat muslim yang berisi firman-firman Allah. Salah satunya tentang bagaimana seharusnya seorang muslimah itu berbusana. Picture by pinterest Hal ini tercantum dalam surat An-Nur ayat: 31 yang bunyi artinya sebagai...