Langsung ke konten utama

Ketika My Best Friend Stroke (Bagian 1)

Stroke. Penyakit yang selama ini identik dengan orang tua lanjut usia. Lalu bagaimana jika yang mengalami stroke adalah teman kita? Orang yang sehari-hari bercanda dan berkegiatan bareng dengan kita?

Tentu saja kaget. Tidak percaya? Tapi itulah takdir. Jangankan kita temannya. Dia yang mengalami sendiri mungkin lebih kaget. 'Kok gue bisa kena stroke sih?" Padahal merasa makannya enggak macem-macem. Hidup enggak neko-neko juga.

Ya, begitulah hidup. Segala sesuatu bisa menjadi mungkin selama kita masih ada di dunia. Penyakit stroke bisa dialami oleh siapa saja. Kapan saja. Dan tidak melulu akibat pola makan yang salah, gaya hidup yang salah. Bisa juga akibat salah mengkonsumsi obat herbal atau vitamin.


Hal itulah yang terjadi pada my best friend.. Yah, my best friend stroke.

Kronologi Kejadian

Malam itu Jumat, 27 Februari 2026. My best friend mengabarkan lewat Whatsapp kalau suplemen yang ia beli sudah sampai. Ia membeli itu niatnya untuk menjaga stamina tubuh. Sejujurnya aku tidak setuju.

"Olahraga saja dan jaga pola makan. Istirahat yang cukup. Jangan banyak pikiran. Insya Alloh sehat deh. Jangan lupa sering salat malam, " kataku.

Tapi ia ingin mencoba hal lain. Ya, sudah sebagai teman mendukung saja.

"Minumnya besok saja. Karena harus dicampur air, " kataku setelah membaca aturan minumnya. Sementara temenku bilang air minumnya habis. Dia malas keluar untuk beli. Namanya juga anak kost.

Setelah WA-an aku tidur biar besok bisa bangun pagi. Banyak hal yang ingin aku kerjakan. Salah satunya ke bengkel motor.

Esok harinya aku dibuat kesal oleh temanku ini. Ditelpon enggak bisa. Di WA centang satu. Dari subuh sampai zuhur masih sama. Padahal biasanya dia sudah berkabar begitu bangun tidur tentang apa yang ia lakukan, agar tidak bentrok dengan kegiatan di grup.

Untuk diketahui, aku dan temanku ini satu tim di grup drama musikal. Jadi aku kerap mengingatkan. Kapan dan jam berapa harus latihan. Sehingga ia bisa mengatur waktunya cari uang dengan waktu latihan.

Tapi Sabtu, 28 Februari 2026 itu ia tidak ada kabar sampai siang. Akhirnya aku datang ke kostan untuk ambil motor. Motorku ada di tempat dia. Temanku ini kerap pinjam motorku kalau motor dia dipinjam anaknya. Kebetulan pas di tempat dia motornya mogok. Ya, weekend baru bisa aku ambil dan bawa ke bengkel.

Aku tiba di kostan sore pukul 16.00 WIB. Aku dengan menahan emosi langsung naik ke konstannya. Kebetulan pintu tidak dikunci. Aku langsung nyerocos bla bla bla (ngomel) mendapati temanku posisinya tidur miring tapi mata melek. Pikirku dia nyuekin WA dan telpon ku.

"Lo tuh... "

Bla bla bla aku ngomel sambil mengambil kunci motor.

"Enggak usah ikut ke bengkel. Keburu sore. Gue sendiri juga bisa, " kataku.

Begitu aku mau keluar kok temanku tetap diam. Tidak bereaksi. Biasanya kalau aku ngomel dia sudah nyahutin.

"Pak, lo tidur apa enggak sih? Kok diem aja. "

Oiya, aku panggil dia pak awalnya semacam meledek. Secara dia sudah punya anak tiga. Berarti sudah bapak-bapak toh.

Aku hampiri temanku. Kugulingkan badannya biar telentang. Eh, tetap tidak bereaksi. Diam dan menatap dengan pandangan kosong. Perasaanku langsung tidak enak. Kuraba badannya. Tidak panas tapi bajunya basah bau pesing.

Deg. Aku kaget. Berarti dia enggak bisa bangun. Kuangkat badannya dan sandarkan ke dinding. Tapi badannya meleyot. Aku langsung istighfar.

"Ya, Allah. Ini sih stroke."

Aku langsung telpon anaknya. Tidak dijawab. Aku WA tidak dibaca. Aku kabari adiknya di Batam. Belum dibaca. Aku minta tolong temannya temanku di bawah. Untuk membantu mengangkat temanku ini ke bawah untuk dibawa ke rumah sakit. Jawabannya macam-macam. Intinya enggak mau bantu.

Aku langsung tandai dirinya. Aku naik lagi menunggu balasan dari anaknya dan tetangga kostan atas pulang kerja. Sambil menunggu aku ganti pakaian temanku yang basah semua karena pipis. Aku siapkan beberapa baju untuk dibawa ke rumah sakit. Di situ aku melihat botol kecil suplemen yang temanku tunjukkan semalam. Isinya tinggal setengah. Berarti dia minum tanpa dicampur ke air. Astaghfirullah.

Sahur di Rumah Sakit

Temanku tergeletak tak berdaya. Aku menunggu anaknya datang dulu. Walau bagaimana keluarga yang punya hak dan berkepentingan langsung. Dari pukul 16.00 WIB dikabari baru sekitar pukul 20.00 WIB datang. Apapun alasannya aku anggap tidak khawatir dengan kondisi ayahnya.

Setelah berdiskusi akhirnya temanku dibawa ke rumah sakit Pelni. Aku minta tolong tetangga kostan untuk ikut. Untuk membantu pas di rumah sakit. Aku enggak yakin anaknya akan segera menyusul meski bilangnya begitu. Benar saja. Pukul 03.00 WIB dini hari baru tiba di rumah sakit.

Aku sudah terkantuk-kantuk di depan IGD. Menunggu kabar dari dalam. Kapan masuk kamar perawatan. Kata orang-orang di situ bisa lama. Sementara tetangga kostan yang kumintai tolong ikut ke rumah sakit sudah kupesankan Go Car untuk pulang.

Hari itu Minggu, 1 Maret 2026 aku sahur di rumah sakit. Karena berbarengan dengan bulan suci Ramadan. Sedih. Tapi lebih sedih temanku kalau kutinggal pulang. Sendirian di rumah sakit dalam kondisi tak berdaya. Anaknya hanya sebentar menunggui setelah itu pulang.

Ya, sudah. Kuniati menolong teman. Semoga Allah menjagaku senantiasa. Memberikan kesehatan dan kelancaran rezeki. Namanya jaga di rumah sakit butuh tenaga yang kuat dan asupan makanan serta minuman yang sehat.

Bersama beberapa orang yang juga berpuasa. Aku sahur di depan IGD. Minum susu, buah dan roti saja. Malas ke depan untuk membeli nasi. Inilah pengalamanku sahur di rumah sakit. Menunggui teman yang sakit.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Kiat Menjadi Muslimah Zaman Now

Muslimah. Sebutan bagi perempuan muslim, yang sepatutnya menjadi sebuah kebanggan. Sebab tidak semua perempuan mendapatkan predikat atau panggilan seperti itu. Ada campur tangan Allah yang bernama hidayah. Hidayah ini sesuatu yang mahal dan langka. Sepatutnyalah dijaga baik-baik jangan sampai terlepas begitu saja. Karena ini sebuah pertanda bahwa kita adalah orang-orang yang terpilih. Melalui hidayah yang diterima itulah maka seseorang bisa disebut muslimah. Hal ini merupakan tameng atau perisai diri bagi seorang perempuan (muslimah) tersebut. Bagaimana tidak? Dengan menjadi muslimah, harga diri si perempuan menjadi terjaga. Sebab Allah SWT sendiri yang langsung menjaganya dengan aturan-aturan yang tercantum  dalam Al-Qur'an. Kitab suci umat muslim yang berisi firman-firman Allah. Salah satunya tentang bagaimana seharusnya seorang muslimah itu berbusana. Picture by pinterest Hal ini tercantum dalam surat An-Nur ayat: 31 yang bunyi artinya sebagai...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...