Langsung ke konten utama

Postingan

Bersama Natur Aktivitas Bersepeda Terasa Beda

Bersepeda merupakan hobi yang kemudian menjadi alat transportasi saya sehari-hari. Aktivitas kemana pun rasanya kurang lengkap jika tidak membawa serta "SiMas" nama sepeda milik saya itu. Maka dalam berbagai kesempatan saya upayakan untuk mengendarai sepeda untuk sampai di tujuan. Tetapi sebagai perempuan berhijab, mengendarai sepeda itu memiliki tingkat permasalahan yang lebih besar dalam urusan rambut. Dibandingkan dengan para perempuan berhijab lain yang tidak bersepeda. Jika para perempuan berhijab lebih bermasalah dalam urusan kerontokan rambut. Maka perempuan berhijab yang aktif bersepeda lebih dari itu. Kenapa? Karena dengan bersepeda kulit kepala lebih cepat lembab akibat keringat yang kuat dari pori-pori kepala. Kondisi lembab dan tidak segera diangin-anginkan menimbulkan ketombe yang lebih cepat munculnya. Rasa gatal pun tak terhindarkan lagi. Maka keramas setiap hari solusi yang dilakukan guna me...

Ternyata Jiwa Tak Sabaran Generasi Muda Percepat Proses Kemerdekaan Republik Indonesia

Generasi muda atau golongan muda dikenal dengan jiwa panasan alias mudah terpancing emosinya. Serba tak sabaran orang bilang. Tapi faktanya, sejarah mencatat bahwa justru sifat tak sabarannya itu yang mempercepat tercetusnya kemerdekaan Indonesia. Bagaimana bisa? Bukankah Soekarno-Hatta yang memproklamirkan kemerdekaan? Benar. Tapi tanpa desakan pemuda atau golongan muda saat itu, tentu lain cerita yang akan menjadi catatan sejarah. Untuk mengetahui kejelasan tentang bagaimana peranan pemuda dalam kemerdekaan Indonesia, maka saya mengikuti Napak Tilas Rengasdengklok. Sebuah perjalanan sejarah yang diselenggarakan oleh Museum Perumusan Naskah Proklamasi bekerjasama dengan Komunitas Jelajah Budaya.                             Dengan mengambil titik kumpul di Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok), kami para peserta dari Jabodetabek suda...

Mengenalkan Budaya Negeri Kepada Anak-anak Melalui Tutorial Berkain

Indonesia negeri yang kaya akan  budaya dan tradisi. Salah satunya tentang tradisi mengenakan kain tradisional dalam acara-acara tertentu dalam suatu daerah. Dengan keragaman suku yang ada di Indonesia tentu saja menghasilkan keragaman pula dalam hal kain yang digunakan. Seperi suku Jawa yang terkenal dengan kain batiknya. Suku di Sumatera dengan kain songket dan tenun. Suku di Lombok dan wilayah Indonesia Timur lain dengan kain tenunnya. Itu semua merupakan warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan. Generasi muda adalah pewaris semua itu. Lalu bagaimana nasib budaya negeri ini jika generasi mudanya tak peduli. Jangankan peduli, mengenal saja tidak. Dalam hal ini tentang kain contohnya. Hanya segelintir anak muda yang diperlihatkan sebuah kain, ia bisa menjawab darimana asal kain tersebut. Jika kenal saja tidak? Lalu bagaimana dengan cara penggunaannya. Tentu tidak tahu sama sekali. Miris bukan? Jika akhirnya ...

Ya Allah! Jika Ini Ramadan Terakhirku. Perbaiki Hablum Minannasku, Lunasi Hutang-hutangku

Ramadhan merupakan bulan suci umat Islam. Bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan. Segala amal kebaikan kita di bulan Ramadan akan dilipat gandakan. Segala siksaan ahli kubur ditangguhkan. Dan setan-setan diikat semuanya selama satu bulan ini. Umat Islam saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Mulai dari menyantuni anak yatim, memberikan sumbangan ke masjid-masjid, sedekah takjil untuk berbuka puasa, sahur on the road dan masih banyak lagi. Dan semua itu sah-sah saja. Asalkan niatnya memang tulus untuk berbagi dan mencari ridho Allah. Bukan untuk gaya-gayaan apalagi cari nama. Mumpung bulan Ramadan. Duh, kalau sedikit saja tersirat niat seperti itu. Sayang sekali. Karena apa yang kita lakukan tak akan mendapatkan ganjaran apapun. Boro-boro pahala. Sedih kan kalau cuma dapat capeknya saja. Jadi tak masalah saling berlomba-lomba melakukan kebaikan asal tidak salah niat. Foto by kartun istanaku.blogspot.com Namun dibalik semangat dalam mengeja...

Roy, The Reason I Ride A Bike From Tangerang To Serang

Bersepeda merupakan salah satu kegiatan yang sangat menyenangkan. Digemari oleh anak-anak dan orang dewasa. Laki-laki maupun perempuan. Saya sendiri belajar mengendarai sepeda ketika duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar. Belajar dari teman-teman, bukan diajari oleh orang tua. Karena saya baru dibelikan sepeda pada saat masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Karena jarak sekolah dari rumah lebih jauh lagi dibandingkan saat SD. Namun sejak SD itu saya dan teman-teman sering berkeliling dari satu komplek ke komplek lain. Dari satu kampung ke kampung lain. Dengan berboncengan atau meminjam sepeda teman yang tidak ingin ikut berkeliling. Selama berkeliling dengan sepeda pikiran saya berkelana kemana-mana. Membayangkan kisah-kisah bersepeda dari buku yang pernah saya baca. Buku-buku yang menginspirasi Saya senang membaca. Saat SD buku yang saya baca salah satunya adalah Lima Sekawan. Saya senang sekali membayangkan petualangan-petualangan seru mereka. Dengan mengendarai se...

Kembali Muda Dalam Perayaan 30 Tahun Balada Si Roy

Pada hari Sabtu dan Minggu, 10-11 Maret 2018 yang lalu, saya mendapat kesempatan untuk menghadiri Perayaan 30 Tahun Balada Si Roy. Sebuah novel remaja era 90-an karya Gol A Gong. Balada Si Roy awalnya adalah sebuah cerita bersambung yang ada di Majalah Hai. Majalah remaja cowok kala itu. Pertama kali dimuat pada 8 Maret 1988. Tanggal itulah yang kemudian dijadikan sebagai hari ulang tahun Balada Si Roy. Cerita bersambung tersebut begitu digemari oleh pembacanya. Baik laki-laki maupun perempuan. Saya salah satunya. Karena merasa bahwa cerita yang ada di Balada Si Roy itu "Gue banget." Siapapun yang membacanya akan merasa kalau sosok si Roy dalam Balada Si Roy itu ya gue banget. Kok bisa seperti itu? Sebab cerita Balada Si Roy berkisah tentang kegelisahan kita para remaja usia SMA yang diwakilkan oleh sosok si Roy itu. Bandel, tidak suka terikat aturan, ingin bebas, senang berpetualang dan melakukan hal-hal baru yang menurut ora...

Dari Happy-happy di Bukittinggi, Hingga Siap Mati diketinggian Demi Sebuah Mimpi

Bukittinggi merupakan salah satu kota wisata di provinsi Sumatera Barat. Di kota ini terdapat Jam Gadang yang sudah sangat terkenal sebagai ikon Kota Bukittinggi. Menunggu pagi di pelataran Jam Gadang menjadi mimpi saya sejak kecil. Untuk itu tentu saja saya harus melakukan perjalanan. Yah, travel makes your dream comes true. Seperti yang bisa disaksikan dalam  www.liputan6.com/tag/ travel. Masalahnya, perjalanan menuju Bukittinggi tinggi itu yang tercepat adalah menggunakan pesawat terbang. Sementara saya sangat takut jika harus bepergian menggunakan pesawat. Entahlah, dalam benak saya naik pesawat itu kok mengerikan ya? Sedangkan untuk menempuh perjalanan darat cukup jauh. Butuh waktu beberapa hari agar bisa menikmati perjalanan di Kota Bukittinggi dengan santai. Membayangkan semua itu rasanya saya hanya bisa bermimpi saja untuk bisa menikmati pagi di pelataran Jam Gadang. Jika harus naik pesawat, nantilah kalau ke...