Langsung ke konten utama

Mari Mainkan Permainan Jadul

Dalam sebuah event semisal festival, pekan raya, pameran dan lain sebagainya, jika sebuah stand atau booth menggunakan kata jadul atau tradisional, ternyata memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Hal ini menandakan bahwa sesuatu yang jadul atau tradisional itu tetap menarik loh! 

Aneka permainan tradisional (dokpri)

Sebuah booth yang menggelar permainan tradisional sebagai temanya menjadi salah satu tempat yang diminati banyak pengunjung. Bagi orang tua, ini bisa menjadi semacam nostalgia bisa memainkan kembali permainan yang dulu sangat diakrabi. Ada permainan egrang, gundu,karet, gasing dan masih banyak lagi. 

Sedangkan bagi anak-anak sekarang, itu menjadi pengetahuan bagi mereka. Bahwa permainan jaman dahulu seperti itu jenisnya. Permainan yang tampaknya mudah dilakukan tetapi begitu mereka coba ternyata tak mudah dilakukan. 

Tanpa disadari jenis permainan jaman dahulu itu melibatkan banyak fungsi pada anggota tubuh. Otak, tentu saja. Biar pun hanya sebuah egrang, tetapi perlu berpikir juga bagaimana caranya bisa menyeimbangkan tubuh agar tidak jatuh. Olah tubuh, tentu saja. Gerakan yang dilakukan dalam permainan tradisional mau tidak mau melibatkan gerak tubuh. 


Egrang, lompat karung, bahkan gasing yang membutuhkan kelihaian tangan untuk bisa memainkannya. Kesemuanya itu tentu tanpa disadari sudah mengolah tubuh kita lewat gerakan. Tertawa atau kesal menjadi pelengkap suasana dalam memainkan permainan tradisional. Sehingga tanpa disadari juga, kegembiraan jadi menghinggapi perasaan. 


Hal ini menandakan bahwa sesungguhnya permainan tradisional itu sangat menarik dan menyehatkan. Mari ajak putra-putri kita mengenal permainan tradisional dan memainkannya bersama-sama saat senggang. Anak senang orang tua senyum terkembang mengenang semua. 


#onedayonepost
#permainantradisional
#nopember2016




















Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Kiat Menjadi Muslimah Zaman Now

Muslimah. Sebutan bagi perempuan muslim, yang sepatutnya menjadi sebuah kebanggan. Sebab tidak semua perempuan mendapatkan predikat atau panggilan seperti itu. Ada campur tangan Allah yang bernama hidayah. Hidayah ini sesuatu yang mahal dan langka. Sepatutnyalah dijaga baik-baik jangan sampai terlepas begitu saja. Karena ini sebuah pertanda bahwa kita adalah orang-orang yang terpilih. Melalui hidayah yang diterima itulah maka seseorang bisa disebut muslimah. Hal ini merupakan tameng atau perisai diri bagi seorang perempuan (muslimah) tersebut. Bagaimana tidak? Dengan menjadi muslimah, harga diri si perempuan menjadi terjaga. Sebab Allah SWT sendiri yang langsung menjaganya dengan aturan-aturan yang tercantum  dalam Al-Qur'an. Kitab suci umat muslim yang berisi firman-firman Allah. Salah satunya tentang bagaimana seharusnya seorang muslimah itu berbusana. Picture by pinterest Hal ini tercantum dalam surat An-Nur ayat: 31 yang bunyi artinya sebagai...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...