Langsung ke konten utama

Postingan

3 Hal Pokok Yang Patut Disyukuri Saat Berpuasa Di Tengah Pandemi

Pandemi corona yang melanda dunia hingga Indonesia membawa dampak luar biasa bagi kehidupan kita. Apalagi pandemi ini belum berakhir ketika bulan Ramadan tiba. Terbayang dong bagaimana suasana puasa di tengah pandemi seperti ini? Sangat terasa sekali perbedaannya. Tidak ada salat tarawih bersama, tidak ada teriakan bocah-bocah membangunkan kita untuk sahur.  "Sahur! Sahur!" Apalagi buka puasa bersama alias bukber. Sama sekali tak ada. Puasa di tengah pandemi benar-benar terasa sunyi. Lalu apakah jadi mengurangi semangat kita dalam berpuasa? Tentu tidak boleh. Sebab puasa kaitannya langsung dengan sang khalik.  Allah yang langsung memberi ganjaran kepada orang-orang yang berpuasa karena-Nya. Agar kita semangat dalam menjalani puasa di tengah pandemi. Maka ucapkanlah kata syukur terlebih dahulu. Sehingga semua terasa ringan dan indah dijalani.  Berikut ini 3 hal pokok yang patut disyukuri oleh kita: 1 . Puasa jadi lebih tenang Akibat p...

5 Camilan Praktis Untuk Berbuka Puasa

Salah satu keseruan yang dinantikan saat bulan puasa adalah momen ngabuburit. Yaitu kegiatan menunggu waktu berbuka puasa tiba. Biasanya dengan jalan-jalan keliling perumahan mencari takjil. Namun dalam kondisi pandemi corona seperti ini sangat riskan jika harus jalan-jalan keluar rumah, hanya untuk sebuah jajanan. Risiko yang didapatkan tidak sebanding dengan apa-apa yang dibeli. Di rumah saja anjuran yang digembar-gemborkan oleh pemerintah guna mencegah penyebaran virus lebih jauh. Sebagai warga negara yang baik tentu kita wajib mematuhi himbauan tersebut.  Lalu bagaimana dengan urusan takjil atau cemilan untuk berbuka puasa? Tentu harus tetap ada. Kan puasanya juga jalan terus. Hanya saja tidak harus dengan membelinya di luar sambil ngabuburit seperti biasa.  Kita bisa membuatnya sendiri. Saatnya berkreasi mengeluarkan bakat terpendam kita sebagai seorang chef. Karena pada dasarnya kita adalah seorang chef bagi keluarga.  Nah, berikut ini ada 5 mac...

Membuat Kue Berjamaah, Ide Kegiatan Saat Puasa

Membuat kue sebenarnya hal biasa. Apalagi saat bulan puasa seperti ini dan dalam kondisi seperti ini. Suka atau tidak suka. Bisa atau tidak bisa. Membuat kue untuk berbuka puasa menjadi keharusan. Namun saat bulan puasa begini enaknya membuat kue berjamaah. Jadi semakin terasa saat menikmati hasilnya nanti. Weh, apaan tuh membuat kue berjamaah? Penasaran ya? Mari saya beritahu. Berjamaah itu kan artinya bersama-sama. Jadi membuat kue berjamaah artinya membuat kue secara bersama-sama. Ribet dong! Oh, tidak. Justru seru. Pertama-tama kita cari resep yang mudah. Lalu kita rembukan untuk menentukan resep mana yang akan dipilih. Setelah itu pembagian tugas. Nah, untuk kali ini resep yang kami pilih adalah Bolu Kukus Oreo.   Nah, tugas si bapak nih untuk membeli bahan-bahannya. Yaitu biskuit oreo dan susu kotak siap saji. Setelah bahan-bahannya tersedia. Tugas saya mengolah bahan tersebut. Caranya mudah kok. Semua bahan tersebut diblender menjadi satu. Se...

Tausiah, Channel Favorit Saat Puasa

Bukan sok alim atau biar dibilang alim, saya memilih channel tausiah saat membuka YouTube atau menonton televisi. Picture by YouTube Tapi karena memang momennya pas. Pas bulan Ramadan. Bukan tidak tertarik dengan channel lain. Tentu tertarik. Apalagi kalau bisa menambah wawasan. Namun karena bulan Ramadan. Rasanya lebih gimana gitu kalau mendendangkan tausiah. Itulah kenapa saya senang mendengarkan tausiah. Channel lainnya yang saya sukai adalah channel Lagu Anak Islami. Ini karena di rumah ada balita. Jadi sekaligus ajang  untuk belajar si bocah.  Picture by YouTube Bernyanyi sambil belajar. Ada lagu tentang manfaat bersedekah, ada lagu tentang Mekkah dan sebagainya. Dan ini menjadi favorit saya.  Karena bisa sambil bermain dengan bocah. Selain itu menjadi pengingat diri juga. Lewat lagu-lagu anak Islam ini, kita diingat-ingatkan juga tentang segala sesuatunya yang berujung kebaikan.. (EP) #BPNRamadan2020

Kering Tempe Teri Kacang, Menu Buka Puasa Praktis dan Favorit

Menu buka puasa yang praktis itu sebenarnya banyak. Tergantung selera sih. Tapi praktis bagi saya harus favorit juga. Artinya memang yang benar-benar disukai. Dan pilihan menu tersebut jatuh pada kering tempe teri kacang. Kenapa memilih menu tersebut? Selain praktis banget cara membuatnya. Saya penggemar teri dan kacang. Makanya harus ada teri dan kacangnya.  Berikut ini saya beritahu cara membuatnya ya? Beneran praktis dan gampang banget loh! 1 . Siapkan bahan-bahannya.  Tempe, kacang, teri, bawang merah, bawang putih dan cabai. 2 . Iris halus bawa merah, bawah putih dan cabainya. 3 . Tempe, teri dan kacang digoreng secara terpisah 4 . Tumis bumbu sampai setengah matang. 5 . Masukkan semua bahan. 6 . Aduk sampai rata.  7 . Beri garam dan penyedap secukupnya. 8 . Aduk terus sampai rata. 9 . Angkat dan sajikan Trang tang. Selesai sudah kering tempe teri kacangnya. Gitu doang? Iya. Gampang kan? Praktis bukan? Ra...

Plus Minus Puasa Di Masa Covid-19

Sungguh tak pernah terlintas dibenak ini akan menjalani suasana puasa Ramadan dalam suasana terpenjara begini. Picture by pixabay Ya, akibat wabah corona yang melanda dunia hingga Indonesia, pemerintah memberlakukan beberapa aturan guna mencegah penyebaran virus Covid-19. Langkah tersebut antara lain lockdown dan PSBB. Yaitu larangan untuk keluar atau masuk ke wilayah yang sudah ditentukan. Dan pembatasan sosial berskala besar. Akibatnya semua aktivitas individu dilakukan di rumah. Work from home istilahnya. Yang orang bekerja ya bekerjanya dari rumah. Yang masih pelajar ya belajarnya dari rumah. Awal-awal pemberlakuan peraturan ini terasa menyenangkan. "Asiiik, enggak sekolah. Di rumah aja." Begitu kira-kira ekspresi sebagian pelajar tersebut. Satu, dua hari masih terasa nyaman. Satu Minggu masih okelah. Satu bulan? Oh, noooo.... mulai terasa bosannya. Apalagi setelah adanya PSBB. Keluar rumah pun dibatasi. Bagaimana tidak jenuh? Hal sama diras...

Masjid, Tempat Pertama Yang Dikunjungi Bila Sudah Bebas Keluar Rumah

Sungguh, wabah corona virus ini sangat menyesakkan dada. Terutama bagi kami umat muslim, yang bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa Ramadan.  Bukan tidak bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan secara khusuk. Namun harus kehilangan momen-momen berharga yang hanya bisa dijumpai saat bulan Ramadan. Salat tarawih di masjid, iktikab dengan berdiam diri di masjid selama 10 hari terakhir, mendengar teriakkan sahur, riuh celoteh anak-anak berangkat tarawih, salat idul Fitri dan silaturahim dengan keluarga. Semua momen tersebut akan menguap begitu saja dan menyisahkan tangis di dada. Sebab belum tahu lagi apakah masih bisa menjumpai bulan yang suci ini di tahun mendatang? Duh, jadi mbrebes mili mengisahkan kesedihan ini. Jadi semakin rindu dengan masjid. Bagaimana tidak? Jika biasanya, meski tidak rutin. Tetapi selalu ada kesempatan untuk sujud tafakur di masjid. Pasrah diri kepada Allah SWT lewat doa-doa panjang yang tercetus dibibir. Dokumen pribadi Rindu menyi...