Langsung ke konten utama

Tahun Baru Semangat Baru

Tahun baru 2017 sudah mulai ditapaki. Mimpi-mimpi dan harapan baru pun mulai disemai. Alhamdulillah tahun 2016 kemarin banyak hal yang sudah saya capai. Tetapi sebagai manusia tentu ada saja yang masih kurang. 


Sebagai manusia beragama rasanya saya masih merasa kurang dari sisi kepahaman beragama dan urusan ibadah. Sehingga tahun ini inginnya lebih meningkat dan semangat lagi dalam urusan ibadah. Itu yang utama. 

Selanjutnya sebagai orang yang memiliki kegemaran menulis dan bisa disebut sebagai blogger, meskipun masih jauh dari kata pandai dan banyak kurangnya. Tetapi alhamdulillah tahun lalu sudah meraih sesuatu yang bisa dibanggakan. Bukan saja untuk diri sendiri tapi juga keluarga dan kerabat. Maka tahun ini ingin bisa lebih baik dan terus semangat dalam hal kepenulisan. 

Sedangkan sebagai seorang pejalan dan penggemar motor. Traveler and rider orang menyebutnya. Tahun lalu alhamdulillah mampu mencapai kota Surabaya sendirian. Solo female rider julukan yang diberikan oleh salah seorang rider motor gede yang juga penulis. Tahun ini semoga bisa mencapai kota-kota lain di Indonesia dengan persiapan yang lebih matang. Karena tahun lalu sangat kurang persiapannya. 

Dari semua harapan-harapan itu, utamanya tetap diberikan kesehatan dan keselamatan senantiasa. Itu yang terpenting. Sehingga urusan ibadah, keluarga, karir dan hobi lancar semuanya. Aamiiinn....!!! 



#onedayonepost
#januari2017
#Harike-4
#resolusidiri


Sumber foto :  goegle


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Bentengi Keluarga dari Perilaku Menyimpang dengan Ilmu Agama dan Komunikasi Dua Arah

Maraknya pemberitaan mengenai perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak, membuat hati ini miris mendengarnya. Apalagi saat melihat korbannya (anak-anak) yang masih begitu polos dan lugu, hati dan batin ini ikut menjerit meski bukan keluarga sendiri korbannya. Hukuman yang tidak sepadan dengan akibat yang harus ditanggung oleh si korban, membuat nurani ini berontak. Ingin rasanya menghakimi sendiri para pelaku tersebut. Hukuman mati masih terlalu enak jika mengingat kebiadaban mereka terhadap anak-anak tak berdosa itu. Seharusnya di picis dulu lalu di tembak mati. Itu hukuman yang setimpal bagi mereka. Tetapi hukum yang berlaku tidak seperti itu. Pelaku hanya dijatuhi hukuman kurungan sekian tahun. Untuk selanjutnya bebas dan bisa melanjutkan aksinya kembali. Sementara korbannya menanggung derita dan trauma seumur hidup. Sungguh hukum yang sangat tidak adil. Ketidakadilan seperti ini mau tidak mau me...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...