Langsung ke konten utama

Jadul dan Unik, Kue Lebaran yang Wajib Ada Di Rumah

Aish, tak terasa lebaran tinggal hitungan jari. Meski pandemi yang namanya lebaran tetap dong harus ada yang berbeda. Bukan berarti bermewah-mewah atau agar terlihat wah lho.

Sederhana saja. Namun tetap terlihat khas lebarannya. Apakah itu? Yakni dari masakan yang dibuat dan sajian kue yang disuguhkan. Nah, kue-kue inilah yang membuat suasana di rumah berbeda. Tidak seperti hari biasa. 

Untuk lebaran biasanya aku menyuguhkan semua kue-kue di atas meja. Jadi kalau ada yang berkunjung (karena pandemi) paling hanya kita-kita saja keluarga sendiri. Meski begitu tetap toh diberi suguhan.

Biar tidak bolak-balik mengeluarkan suguhan. Untuk kue-kue aku kumpulkan di satu meja. Lalu apa nih kue lebaran yang aku suguhkan? 

Sebenarnya sama saja dengan yang lain. Ada kue nastar, kastengel, cookies dan lain-lain. Tapi ada kue lebaran yang buatku wajib ada. Enggak masalah kalau yang lainnya tak ada. Tapi jangan sampai kue ini enggak ada. Karena aku suka.

"Lho, mau buat suguhan atau buat camilan sendiri sih? Kok kuenya mengikuti selera pribadi."

Untuk suguhan sekaligus camilan sendiri hihihi. Kalau tidak ada tamu tentu kita sendiri yang makan kuenya. Jadi harus yang disukai dong. Eh, biasanya kue yang aku suka disukai juga kok oleh semua. 

Nah, kue apa sajakah yang wajib ada di rumahku? Ini dia.

1 . Kue Soes Kering Cokelat


Kue Soes Kering (dokpri)

Duh, aku tuh Soes Lovers. Aku suka segala jenis kue Soes. Bahkan punya mimpi bisa ke Perancis cuma pengin ngeteh syantik sambil menikmati kue Soes di tempat asalnya. 

"Jauuuuhh amat."

Namanya juga mimpi. Boleh dong? Ya intinya harus ada kue Soes. Karena lebaran maka kue Soes Kering. 

2 . Kue Kancing


Kue Kancing (dokpri)

Nah, kue ini juga wajib ada. Apalagi anak-anak juga suka. Selain itu kue kancing termasuk jajanan jadul. Pasti tidak semua rumah menyediakan kue ini toh? Jadi terlihat berbeda. Sebelum pandemi kalau berkunjung ke rumah tetangga aku mencari suguhan yang berbeda. Yang jarang dijumpai di tempat lain. Aku kan gitu. Enggak suka yang mainstream hehe

3 . Kue Pang Pang


Kue Pang Pang (dokpri)

Pang pang kue jadul juga nih. Tapi masih eksis sampai sekarang. Sejak aku kecil sudah ada. Makanya senang saja waktu masih bisa menjumpai kue ini. Termasuk kue yang jarang dijumpai juga di rumah orang-orang. 

"Kok semuanya manis."

Biar yang makan tambah manis hehehe. Kebetulan saja sih yang aku sukai pas yang manis-manis. Eh, bukankah anak-anak juga suka yang manis-manis?

Nah, suguhan ini tuh juga untuk anak-anak sih. Aku perhatikan kalau bertamunya membawa anak-anak. Si anak terlihat bingung mau makan kue apa? Karena yang ada biasanya kue nastar, kastengel, sagu keju, biji Ketapang, kacang dan semacam itulah. 

Aku perhatikan anak-anak kurang suka. Paling diambilkan astor, cokelat atau permen oleh orangtuanya. Iya, kalau ada? Kan tidak semua rumah menyediakan itu. Jadilah si anak cuma bergelayut pada si ibu. 

Dari pengamatan itulah maka kue yang wajib ada di rumahku sebisa mungkin yang disukai anak-anak. Selain itu sebisa mungkin yang unik atau jadul. Kue-kue di atas termasuk bukan?

4 . Rengginang


Rengginang (dokpri)

Wah, rengginang? Ini sih semua suka. Termasuk anak-anak. Aku juga suka banget. Pokoknya begitu ada rengginang, kue lain lewat deh. Eh, nanti dulu maksudnya. Tetap aku cobain kok hehehe. Tapi rengginang the first.

Ada lho kawan yang memperhatikan kebiasaanku saat berkunjung ke rumahnya. Pasti yang aku comot rengginangnya. Suatu hari saat aku berkunjung ke rumahnya. Begitu pulang aku dioleh-olehi rengginang. 

"Nih, buat elo. Tapi goreng sendiri ye? Gue lihat elo suka banget rengginang."

Duh, jadi malu. Eh, terharu. Perhatian banget sih kawanku ini. Padahal aku kan enggak cerita sukanya apa. Dari melihat kebiasaanku dia sudah paham. Terima kasih ya kawan.

Itu saja sih kue-kue yang wajib ada di rumah. Unik dan tak biasa bukan? Tapi yang lainnya juga tetap ada untuk suguhan. Meriahlah pokoknya. Namanya juga lebaran. Hari kemenangan. Jadi wajib dirayakan meski secara sederhana dan di rumah saja.

Selamat menyambut hari lebaran teman-teman. Sehat selalu untuk kalian semua sampai hari kemenangan itu tiba. (EP).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Bentengi Keluarga dari Perilaku Menyimpang dengan Ilmu Agama dan Komunikasi Dua Arah

Maraknya pemberitaan mengenai perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak, membuat hati ini miris mendengarnya. Apalagi saat melihat korbannya (anak-anak) yang masih begitu polos dan lugu, hati dan batin ini ikut menjerit meski bukan keluarga sendiri korbannya. Hukuman yang tidak sepadan dengan akibat yang harus ditanggung oleh si korban, membuat nurani ini berontak. Ingin rasanya menghakimi sendiri para pelaku tersebut. Hukuman mati masih terlalu enak jika mengingat kebiadaban mereka terhadap anak-anak tak berdosa itu. Seharusnya di picis dulu lalu di tembak mati. Itu hukuman yang setimpal bagi mereka. Tetapi hukum yang berlaku tidak seperti itu. Pelaku hanya dijatuhi hukuman kurungan sekian tahun. Untuk selanjutnya bebas dan bisa melanjutkan aksinya kembali. Sementara korbannya menanggung derita dan trauma seumur hidup. Sungguh hukum yang sangat tidak adil. Ketidakadilan seperti ini mau tidak mau me...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...