Langsung ke konten utama

Rutinitas Asik Saat Menunggu Buka Puasa

Menunggu waktu berbuka puasa asiknya tuh jalan-jalan keliling komplek sambil mencari takjil. Tapi pandemi begini tentu riskan jika ingin ngabuburit semacam itu.

Sejak pandemi ada kebiasaan menunggu waktu berbuka puasa yang ternyata sangat bermanfaat lho. Tentu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Namun secara keseluruhan bisa kok kebiasaanku ini ditiru juga. Apa sajakah kebiasaan itu?

1 . Membaca Al-Qur'an

Mumpung bulan Ramadan maka perbanyaklah ibadah. Salah satunya dengan sering-sering membaca Al-Qur'an. Nah, aku praktekkan hal tersebut sejak sebelum pandemi. Begitu pandemi sangat terasa sekali manfaatnya. Tidak bisa jalan-jalan maka membaca Al-Qur'an saja.

2 . Bermain Bersama Si Kecil


Dokumen Pribadi

Kelihatannya sepele ya? Padahal ketika kita bermain dengan si kecil. Ikut terlibat dengan permainannya. Tak terasa sudah bedug lho. Si kecil bisa sangat bahagia sekali jika kita terlibat dalam permainannya.

3 . Mendongeng Untuk Si Kecil

Kegiatan lainnya yang kulakukan saat menunggu buka puasa adalah membacakan buku cerita untuk si bocah. Hal ini sangat mengasikkan lho. Saking asiknya tak terasa sudah bedug.

4 . Menonton YouTube Kids

Sama halnya dengan mendongeng untuk si kecil. Menonton YouTube Kids juga bisa menjadi pilihan. Tentu carilah tayangan yang edukatif. Anak-anak senang kita pun senang.

5 . Membaca Buku

Nah, bagi yang hobi membaca seperti aku bisa juga menunggu waktu berbuka puasa dengan membaca buku. Ini bisa jadi keasikan tersendiri lho.

6 . Merapikan Tanaman


Dokumen Pribadi

Merapikan di sini bisa dalam artian berkebun. Bisa juga hanya merapikan daun-daun kering. Membuang ranting yang mati dan lain-lain. Tentu saja kegiatan ini untuk mereka yang memiliki hobi berkebun.

Itulah kebiasaan yang aku lakukan saat menunggu waktu berbuka puasa. Sendiri atau bersama si kecil sama menyenangkannya. Bagaimana dengan teman-teman? (EP)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...

Kiat Menjadi Muslimah Zaman Now

Muslimah. Sebutan bagi perempuan muslim, yang sepatutnya menjadi sebuah kebanggan. Sebab tidak semua perempuan mendapatkan predikat atau panggilan seperti itu. Ada campur tangan Allah yang bernama hidayah. Hidayah ini sesuatu yang mahal dan langka. Sepatutnyalah dijaga baik-baik jangan sampai terlepas begitu saja. Karena ini sebuah pertanda bahwa kita adalah orang-orang yang terpilih. Melalui hidayah yang diterima itulah maka seseorang bisa disebut muslimah. Hal ini merupakan tameng atau perisai diri bagi seorang perempuan (muslimah) tersebut. Bagaimana tidak? Dengan menjadi muslimah, harga diri si perempuan menjadi terjaga. Sebab Allah SWT sendiri yang langsung menjaganya dengan aturan-aturan yang tercantum  dalam Al-Qur'an. Kitab suci umat muslim yang berisi firman-firman Allah. Salah satunya tentang bagaimana seharusnya seorang muslimah itu berbusana. Picture by pinterest Hal ini tercantum dalam surat An-Nur ayat: 31 yang bunyi artinya sebagai...