Langsung ke konten utama

Postingan

Mengajak Penyintas Stroke ke Sebuah Acara, Upaya Memanusiakan Manusia

Stroke bukan halangan untuk mengikuti aktivitas seperti biasa. Asal...  Sejak pertama kali bergabung dengan KOMiK Kompasiana, selalu ada momen yang jika direnungkan ternyata spesial dan istimewa bagiku. Momen yang membuat hidupku penuh warna. Bagaimana tidak? Awal bergabung dengan KOMiK tahun 2018 aku langsung mendapat kesempatan nobar maraton dan kuliner legendaris di daerah Cikini. Nobar maratonnya film yang diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer pula. Keren kan? Pasti tahu dong siapa Pram?  Terus nontonnya di XXI TIM yang hari itu merupakan hari terakhir gedung tersebut berdiri. Mulai besok dan seterusnya tidak bisa dijumpai lagi karena kawasan TIM akan direnovasi total. Sementara kulinernya gado-gado bon bin yang legendaris. Langganan para pejabat. Pokoknya serulah kegiatan tersebut.  Nah, ulang tahun KOMiK selanjutnya ada yang dirayakan ada yang tidak dirayakan. Pada ulang tahun ke-12 kali ini ada yang berbeda dan spesial juga. Berbedanya? ...

Berburu Koran Kompas Minggu Untuk Terakhir Kali

Hari Minggu terakhir di tahun 2025 ini saya sejak pagi sudah keliling komplek. Jika biasanya hari Minggu saya pergunakan untuk bermalas-malasan. Namun tidak untuk hari Minggu kali ini.           Koran Kompas Minggu Edisi Terakhir                           (Dok. Denik)              Begitu terdengar deru suara motor lalu lalang, saya langsung beranjak dari peraduan. Itu artinya hari sudah siang. Sementara saya harus keluar untuk membeli koran kompas Minggu yang hari ini terakhir terbit. Ya, koran kompas Minggu "pamit" dari peredaran.  Dengan penuh percaya diri saya menuju komplek di mana pak tua loper koran biasa mangkal. Hanya tinggal pak tua tersebut loper koran yang tersisa di komplek dekat rumah. Dulu sebelum era digital seperti sekarang kita masih mudah menemukan loper koran. Tidak seperti sekarang. Sudah sulit. Oleh karenanya saya ta...

Ketika Korban dan Pelaku Penyimpangan Seksual adalah Anak-anak, Siapa yang Bertanggung Jawab?

                        Picture by pixabay Beberapa pekan ini saya mengikuti perkembangan kasus penyimpangan seksual yang terjadi pada anak di bawah usia 10 tahun. Bayangkan? Belum genap 10 tahun sudah melakukan penyimpangan seksual? Miris bukan mendengarnya? Pelakunya anak usia 8 tahun. Korbannya anak usia 5 tahun. Shock mendengar cerita si korban, tentang kronologis kejadian tersebut. Saya mengetahui kasus tersebut sebab si ibu korban speak up di media sosialnya. Secara gamblang ia menceritakan bagaimana dan apa yang dialami oleh putranya yang berusia 5 tahun.  Saya sangat shock membaca ceritanya. Memposisikan sebagai si ibu yang anaknya jadi korban penyimpangan seksual. Bagaimana si anak dengan polosnya bercerita bahwa temannya yang berusia 8 tahun memasukkan alat kelaminnya ke dubur dia. Si anak jelas ketakutan dan tidak suka. Apalagi hal tersebut bukan sekali dilakukan. Mirisnya, peristiwa tersebut terj...

Banjir, Antara Musibah dan Hikmah yang Menyertainya

Bekasi lumpuh Demikian headline di semua media pada Selasa, 4 Maret 2025. Ya, akibat hujan deras yang mengguyur Jabodetabek pada malam sampai dini hari, ditambah kiriman dari Puncak dan Bogor, banjir melanda beberapa wilayah di Jabodetabek. .        Situasi stasiun Bekasi (dok. Dian) Berbagai wilayah di Jabodetabek mengalami banjir tinggi. Bekasi termasuk wilayah yang cukup parah karena ketinggian banjir mencapai lebih dari 8 meter. Selanjutnya wilayah Tangerang Selatan dan Tangerang Kota serta sebagian Jakarta. Saya termasuk yang tinggal di wilayah Kota Tangerang. Meski tempat tinggal tidak terkena banjir tapi akses keluar jalan utama banjir parah. Saya sampai keliling mencari jalan yang bisa dilalui sepeda motor. Karena hari itu harus berangkat beraktivitas. Rupanya beberapa wilayah di Tangerang Selatan dan Tangerang Kota mengalami banjir parah juga.  Hari itu adik ipar yang bekerja di Bekasi balik lagi. Karena akses dari stasiun kereta api ke ka...

Makan Cokelat Sendirian Saat Valentine Bukan Berarti Jomblo Loh

Valentine. Hari kasih sayang yang diperingati setiap tanggal 14 Februari. Bagi yang merayakan. Biasanya ditandai dengan pemberian cokelat atau bunga kepada orang yang disayangi. Pokoknya tanggal 14 Februari identik dengan cokelat, bunga dan warna pink. .        Makan cokelat (pict by pixabay) Lalu yang tidak mendapatkan salah satu dari cokelat atau bunga di hari kasih sayang menandakan orang tersebut adalah jomlo alias tidak memiliki kekasih atau pasangan. Duh, enggak segitunya juga kaleee. Kan ada yang memang tidak merayakan valentine. Sebab valentine bukan budaya kita. Begitu alasannya. Saya setelah berhenti mengajar tidak pernah mendapatkan cokelat atau bunga lagi. Karena biasanya anak murid yang rajin memberi bingkisan valentine untuk saya. Sementara dari pasangan tidak pernah mendapatkan semua itu. Jadi tidak mendapatkan cokelat atau bunga di hari valentine bukan berarti jomlo loh. Bukan karena tidak merayakan valentine juga. Saya sih senang-senang s...

Mengenang Hari Kelahiran Ibu

Hari ini 10 Februari 2025 ibu tepat berusia 73 tahun. Biasanya sejak bangun tidur kita sudah menyerbu kamar ibu, memberikan ucapan selamat dan hadiah untuk ibu. Dulu. Ya, dulu sewaktu ibu masih ada.                   Aku dan ibu (dok. Denik) Sayang Tuhan sudah lebih dulu memanggil ibu untuk pulang keharibaan-Nya di usia ibu yang ke-62 tahun. Tepatnya sebelas tahun silam. Sejak itu setiap perayaan hari lahir ibu hanya diisi dengan doa saja. Tidak ada lagi ucapan selamat ulang tahun. Tidak ada lagi pemberian hadiah khusus. Apalagi keriwehan mencari tempat makan untuk kita merayakan bersama kebahagiaan ibu. Sejak sebelas tahun silam, semua hanya dilakukan dalam diam. Hanya doa-doa saja yang dipanjatkan. Semoga ibu tenang di alam sana. Momen-momen seperti ini membuat meleleh hati. Ingin memeluk ibu dan meminta didoakan tiap kali berangkat sekolah atau berangkat kerja. Sayang sudah tak bisa lagi. Sedih rasanya kehilangan kasih sayang d...

Antara Aku, Ibu dan Jamu Kunyit Asem

Jamu dan ibu dua hal yang tak akan pernah hilang dari ingatanku. Keduanya, jamu dan ibu mewarnai perjalanan hidupku sebagai seorang perempuan. Terutama sebagai perempuan Jawa. Jamu kunyit asem (dok. Denik) Terlahir sebagai perempuan dari keluarga Jawa, ibu berasal dari Jawa Tengah dan bapak dari Jawa Timur. Aku merasa beruntung. Sebab mendapat pengasuhan dari dua budaya yang berbeda tapi tetap  satu. Maksudnya dua budaya tersebut adalah budaya Jawa Timur yang sedikit keras, dan budaya Jawa Tengah yang lebih lembut. Keduanya sama-sama Jawa. Oleh karenanya aku sebut dua budaya yang berbeda tapi tetap satu. Yakni budaya Jawa. Sebagai keturunan Jawa Timur, aku dididik untuk menjadi perempuan pemberani dan mandiri. Perempuan yang tidak cengeng dan lembek. Berani karena benar. Tipikal orang Jawa Timuran pada umumnyalah. Sementara sebagai anak keturunan Jawa Tengah, aku juga dididik untuk bisa bersikap Njawani. Artinya harus mengikuti anjuran-anjuran leluhur tentang bagaimana seharusnya p...

Nasi Goreng Spesial, Menu Praktis Untuk Sahur

Menu sahur. Hal sepele yang bisa membuat pusing juga  kalau pikiran sedang blank. Terkadang menu sahur bisa sekalian dengan menu untuk berbuka.  Nasi goreng spesial (dok.denik) Terkadang bosan juga makan dengan menu yang sama. Oleh karenanya saya susun daftar menu untuk berbuka dan untuk sahur. Agar tidak lupa dan bisa menyiapkannya terlebih dulu. Meski demikian pada praktiknya kerap terabaikan. Lebih memilih menu yang praktis. Nah, menu sahur praktis saya adalah nasi goreng spesial. Spesial di sini selain pakai telur. Juga pakai ayam atau baso.  Berikut ini menu nasi goreng spesial untuk sahur: Bahan-bahan: - Nasi  - 2 butir telur ayam - 10 buah baso - Bawang merah - Bawang putih - Cabai rawit merah - Daun bawang seledri - Garam - Penyedap Cara membuat: - Campur nasi dengan garam dan penyedap. Aduk sampai rata. - Orak-arik telur dan campur ke dalam nasi. - Goreng baso yang sudah diiris. Campur juga ke dalam nasi. - Iris bawang dan cabai lalu tumis - Setelah itu masu...

Konsumsi 3 Ini Untuk Kesehatan Tubuh Terutama Saat Ramadan

Sehat. Nikmat yang tiada taranya. Untuk itu sebisa mungkin dijaga dengan baik kesehatan tubuh kita. Bagaimana pun caranya. Picture by pixabay Sebab dengan nikmat sehat ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Terutama urusan ibadah. Ibadah lancar, urusan mencari rezeki juga lancar. Coba kalau kita sakit. Semua serba salah. Urusan ibadah jadi terasa berat. Hal ini sebenarnya yang mesti dijaga. Jangan sampai terabaikan karena kondisi tubuh. Di dalam bulan Ramadan seperti sekarang ini sangat disayangkan jika ibadah kita tersendat gara-gara sakit. Untuk itu perlu asupan gizi dan vitamin sebagai penunjang vitalitas tubuh. Ini adalah 3 asupan yang saya konsumsi secara rutin. Terutama saat puasa seperti sekarang ini. 1 . Madu Madu. Sumber energi dan pemanis alami. Bagus untuk tubuh. Bisa dinikmati langsung atau untuk campuran teh dan olesan roti. 2 . Jeruk nipis peras atau lemon peras Jeruk nipis dan lemon mengandung vitamin C yang bagud untuk kesehatan tubuh. Menjaga daya tahan tunuh. Sumber v...

Tips Berpuasa di Bulan Ramadan Tanpa Galau-galauan

T ak terasa bulan Ramadan sudah di depan mata. Sebagian umat muslim sudah ada yang mulai berpuasa. Puasa Ramadan. Rasanya senang bisa menjumpai bulan Ramadan lagi. Bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Meski ada sedikit kegalauan juga di hati. Picture by pixabay Bagaimana tidak? Kalau waktu di bulan Ramadan terasa begitu cepat. Tahu-tahu sudah sore. Sementara klinik baru buka. Intinya repot deh. Mau begini begitu eh, puasa. Jadi galau toh. Nah, biar puasa bulan Ramadannya tidak galau.  Berikut tips agar puasa bulan Ramadannya lancar tidak ada galau-galauan. 1 . Bangun lebih awal untuk sahur  Kalau bangun sahurnya mepet waktu imsak. Sudah pasti bakal terburu-buru dan kesal. Kalau sudah kesal dari awal, biasanya terus lanjut seharian. Maka sebaiknya bangun lebih awal. 2  .Jangan menunda pekerjaan Pekerjaan sekecil apapun jangan ditunda-tunda. Karena bisa semakin bertumpuk. Kalau sudah begini jadi malas dan bete mau mengerjakannya. 3 . Siapkan keperluan kerja atau sekolah sej...

Sepenggal Kisah Dibalik Jepit Rambut Motif Orange

J epit rambut. Bagi kaum perempuan dengan rambut melebihi bahu bukan barang baru. Bisa jadi malah menjadi pernak-pernik yang wajib ada selain karet untuk menguncir rambut.  Jepit rambut penuh kenangan (dok. Denik) Fungsinya ya itu tadi. Untuk mengikat atau menguncir rambut. Jadi yang namanya karet kuncir atau jepit rambut pahamlah ya. Punya juga pastinya.  Nah, saya memiliki beberapa jepit rambut. Salah satunya jepit rambut motif warna orange ini. Sekilas biasa saja. Sama seperti jepit rambut pada umumnya. Digunakan untuk menjepit rambut agar tidak berantakan.  Bedanya jepit rambut ini dengan lainnya, usia dan kenangan yang melekat padanya. Jepit rambut ini sudah berusia 15 tahun. Saya beli tahun 2008 di Mall Ciputra yang dulunya bernama Citraland. Masih bagus meski usianya sudah 15 tahun. Awet ya? Padahal sering dipakai dalam keseharian. Biasanya bagian bawah yang untuk menjepit rambut sering lepas. Kalau masih bisa dilem atau apalah, maka bisa digunakan lagi. Kalau tida...

Serunya Liburan Sambil Bikin Konten Bareng Teman-teman Blogger

Sebagai seorang blogger yang sehari-hari berkutat dengan tulisan dan konten, urusan interaksi dengan teman-teman blogger lebih sering lewat WA grup atau japrian. Jadi ketika ada event offline bareng rasanya senang banget. Semacam ajang temu kangen. Bersama teman blogger di Bali (dokpri) Tentu saja tidak sebebas dan sesantai biasa. Karena disambil kerja. Biasanya dilanjut lewat japrian WA lagi atau bikin janji ketemuan. Yang ujung-ujungnya cuma wacana. Janjiannya sudah kapan tahu, ketemuannya bisa setahun kemudian.  Begitulah seorang blogger. Saya sih. Entah kalau teman-teman ya? Nah, maka ketika ada tawaran liburan bareng harus segera direalisasikan. Agar benar-benar terwujud. Bukan hanya wacana semata.  Liburan yang saya rencanakan bareng teman blogger adalah ke Bali. Kebetulan saya belum pernah ke Bali.  “Mau enggak Mba kalo ke Bali?” “Wah, hayuk saja,” kata saya. Liburan ke Bali Bareng Teman Blogger Maka begitulah. Saya berdua teman blogger dari Jakarta (Mba Dian saya ...

Pengalaman Pertama Kali ke Bali

     Bandara Ngurah Rai, Bali (dok. Denik) Bali. Siapa yang tak mengenal pulau satu ini? Pulau yang sudah terkenal sejagad raya. Pulau dengan berbagai julukan. Di antaranya pulau seribu pura dan pulau dewata. Salah satu pulau yang menjadi tujuan utama wisata dunia. Para pesohor dunia menjadikan Bali sebagai tempat liburan mereka. Tempat bulan madu sebagian besar  pasangan yang baru menikah. Saya sebagai warga negara Indonesia, tentu saja memiliki impian yang sama. Yakni ingin mengunjungi pulau Bali suatu hari nanti. Setelah impian untuk bisa kuliah di Udayana gagal.  Gagal? Iya, saya dulu ingin kuliah di Udayana tapi dilarang oleh orang tua. Sirnahlah mimpi untuk bisa menimba ilmu di Bali. Tapi tidak memupus keinginan untuk menjelajah Pulau Bali. Dan keinginan itu akhirnya terwujud kini.  Atas seijin Tuhan Yang Maha Esa, pada hari Selasa, 31 Januari 2023 pukul 12.10 WIT saya menjejakkan kaki di Denpasar, Bali. Bersama Pelita Air, saya terbang meninggalkan J...

Potluck dan Manfaatnya Dalam Berkegiatan

“Yuk, kumpul-kumpul di rumahku? Nanti aku bikinin es buah dan bakso deh. Lainnya kita potluck saja.” Dokumen pribadi Pasti pernah dong mendengar ajakan semacam ini. Setidaknya sudah tidak asing deh dengan kata potluck. Dalam beberapa kegiatan seringkali diadakan sistem potluck. Sebenarnya apa sih potluck itu? Melansir dari Wikipedia Indonesia, sesungguhnya potluck berasal dari bahasa Inggris. Yang dalam bahasa Indonesia artinya juadah bawaan. Jadi kumpulan makanan yang dibawa oleh tiap peserta dalam sebuah kegiatan. Tentu saja juadah bawaannya sesuai dengan kesepakatan bersama. Agar tidak bentrok alias membawa juadah bawaan yang sama. Adapun jumlah atau besaran juadah bawaannya tidak ada patokan khusus. Bisa sebanyak jumlah peserta yang hadir. Bisa juga secukupnya saja. Misalnya satu atau dua porsi makanan yang dibawanya. Pokoknya ada yang dibawa.  Lalu apa sih manfaat dari potluck? Apakah tidak memberatkan peserta yang akan datang? Dalam kontek kebersamaan tentu tak memberatkan. S...

Ibu Tenang Bekerja, Anak Aman Terjaga di Al Hadi Daycare

Menjadi ibu rumah tangga atau tetap berkarir?  Dilema perempuan bekerja dan memiliki karir bagus ketika menikah.  Antara mengurus anak atau tetap berkarir?  Tentunya ingin selaras kedua-duanya. Tapi apa bisa? Itu pertanyaannya. Hmmm, menurut saya bisa. Asal mengetahui caranya. Dan menemukan solusi yang tepat. Nah, apa solusi yang paling tepat? Dokumen Al Hadi Daycare Solusinya adalah menitipkan anak di tempat penitipan anak. Tentu saja tempat penitipan anak yang benar-benar terpercaya.  Ada tempat penitipan anak yang sangat peduli dan memberi banyak manfaat bagi anak-anak. Namanya Al-Hadi Daycare. Apakah itu? Mari saya jelaskan. Tentang Al-Hadi Daycare Al-Hadi Daycare adalah tempat penitipan anak yang digagas oleh Hj. Anifah Qowiyatun, S.Sos.I yang biasa disapa Bunda Ani, sejak  tahun 2015. Jadi sudah berjalan lebih dari 5 tahun. Bunda Ani adalah seorang guru di sekolah swasta. Suatu ketika beliau memutuskan untuk cuti dulu dari mengajar selama satu tahun. Karen...