Langsung ke konten utama

Manfaat Membawa Bekal Dari Rumah

Membawa bekal saat sekolah atau bekerja untuk sekarang ini bukan sesuatu yang aneh lagi. Di tempat umum, kantor, dan sekolah banyak dijumpai orang-orang yang membawa bekal makanan sendiri.

Womantalk.com

Mulai dari tingkat pendidikan usia dini hingga mahasiswa, kebiasaan membawa bekal makanan sudah bukan sebuah hal aneh.

Tidak seperti beberapa tahun ke belakang. Urusan membawa bekal makanan hanya pantas dilakukan oleh anak-anak taman kanak-kanak. Sehingga pada saat menjumpai seorang pelajar sekolah dasar, menengah pertama atau mahasiswa membawa bekal makanan. Ada yang mengeluarkan kalimat-kalimat ledekan.

"Kayak anak TK aja sih bawa bekel."

Ups. Anak TK? Jadi saat itu hanya anak TK yang pantas membawa bekal makanan. Selain itu tidak pantas. Oleh karenanya meluncur kalimat seperti itu.

Padahal membawa bekal makanan dalam beraktivitas itu sangat baik dan bagus. Tidak hanya bagi anak-anak usia dini atau yang masih dalam usia perkembangan. Tetapi bagi kita semua.

Lalu apa saja sih manfaat membawa bekal sendiri dari rumah? Berikut ini manfaat yang perlu diketahui sehingga semakin bersemangat membawa bekal.

1 . Lebih sehat. Karena kita sendiri yang mempersiapkan makanannya. Tentu kita tahu mana makanan yang baik dan mana yang tidak.

2 . Hemat. Dengan membawa makanan sendiri dari rumah maka kita tidak perlu jajan dan mencari makan di luar. Tentu saja hal ini memnghemat pengeluaran kita.

3 . Praktis. Artinya kita tidak perlu bingung dalam mencari makanan. Saat lapar membuka bekal saja.

4 . Santai. Artinya saat bekerja, sekolah atau apapun. Kita tidak harus buru-buru mencari makanan. Bisa menyelesaikan tugas sampai tuntas tanpa berkejaran dengan waktu.

Jadi banyak manfaatnya kan membawa bekal itu?(EP)


#Day7
#ODOP
#kuliner
#EsyrilookCommunity


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Kiat Menjadi Muslimah Zaman Now

Muslimah. Sebutan bagi perempuan muslim, yang sepatutnya menjadi sebuah kebanggan. Sebab tidak semua perempuan mendapatkan predikat atau panggilan seperti itu. Ada campur tangan Allah yang bernama hidayah. Hidayah ini sesuatu yang mahal dan langka. Sepatutnyalah dijaga baik-baik jangan sampai terlepas begitu saja. Karena ini sebuah pertanda bahwa kita adalah orang-orang yang terpilih. Melalui hidayah yang diterima itulah maka seseorang bisa disebut muslimah. Hal ini merupakan tameng atau perisai diri bagi seorang perempuan (muslimah) tersebut. Bagaimana tidak? Dengan menjadi muslimah, harga diri si perempuan menjadi terjaga. Sebab Allah SWT sendiri yang langsung menjaganya dengan aturan-aturan yang tercantum  dalam Al-Qur'an. Kitab suci umat muslim yang berisi firman-firman Allah. Salah satunya tentang bagaimana seharusnya seorang muslimah itu berbusana. Picture by pinterest Hal ini tercantum dalam surat An-Nur ayat: 31 yang bunyi artinya sebagai...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...