Langsung ke konten utama

Inilah Barang-Barang yang Wajib Ada Dalam Tas Saya

Saya kagum loh melihat perempuan yang bisa nyaman bepergian dengan menenteng tas kecil saja. Terlihat nyaman dan tidak ribet. Praktislah dilihatnya. Tidak seperti saya. Ribet kata orang.

Tas selempang kesayangan (dokpri)

Memang benar sih. Saya kalau keluar rumah untuk suatu urusan, apalagi seharian. Tidak bisa hanya mengenakan tas kecil. Pasti tasnya besar. Sebab tak cukup hanya membawa dompet, ponsel dan tisu. Ada banyak temannya yang harus dibawa.

Apa sajakah itu? Yuk cari tahu barang-barang yang wajib ada dalam tas saya. Di luar dompet, ponsel, peralatan salat dan botol minum. Kok banyak sekali? Memang benar. Makanya tidak bisa membawa tas kecil. Setidaknya tas selempang ukuran sedang.

1 . Buku Agenda

Dokumen pribadi

Meski zaman sudah maju. Semua serba digital. Saya tetap saja senang membawa agenda kemana-mana. Tidak bisa hanya mencatat di ponsel. Rasanya kurang mantap kalau tidak mencatat segala sesuatunya di agenda. Selain itu untuk berjaga-jaga bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Listrik mati atau kehilangan ponsel. Jika dicatat dalam agenda maka tetap bisa produktif dan tidak kehilangan data-data.

2 .Buku Catatan Doa-doa

Dokumen pribadi

Membawa buku catatan doa-doa bukan berarti saya ahli ibadah atau perempuan alim ye? Biasa saja kok. Cuma memang sudah terbiasa. Rasanya nyaman saja ada buku doa di dalam tas. Tenang gitu. Padahal ya belum tentu juga dibaca-baca hehehe

Eh, tapi untuk berjaga-jaga juga sih. Kalau macet atau menunggu lama. Maka buku catatan doa-doa ini bisa dibaca. Apalagi jika lupa membawa buku bacaan. Buku ini sangat berguna sekali. Waktu tak terbuang sia-sia. Hafalan doa-doanya bertambah. 

3 . Bedak, Lipstik dan Hand Sanitizer

Dokumen pribadi

Walau tak terlalu suka berdandan. Namun bedak dan lipstik wajib ada untuk mencerahkan wajah. Terutama usai terkena air wudhu. Sedangkan hand sanitizer selalu ada untuk membersihkan tangan. Jadi sebelum pandemi dan orang memborong hand sanitizer. Saya sudah membawanya setiap saat.

4 . Tisu basah, Hand Body dan Masker

Dokumen pribadi

Tiga benda ini pun selalu ada dalam tas saya jauh sebelum pandemi. Karena saya merasa tiga benda tersebut penting dan saya butuhkan. Apalagi saya kan mengendarai motor kemanapun. Jadi termasuk barang yang wajib dibawa.

5 . Kaca mata dan Tongsis

Dokumen pribadi

Walaupun saya tak memiliki masalah dengan mata. Artinya mata saya baik-baik saja. Namun kaca mata termasuk barang yang wajib dibawa. Sebab untuk menghindari debu dan kotoran saat mengendarai motor. 

Adapun tongsis termasuk barang yang wajib ada dalam tas, sebab saya senang mengabadikan momen. Jadi kalau tak ada orang yang dimintai tolong untuk mengambil gambar. Saya bisa melakukannya dengan menggunakan tongsis. Bukan narsis. Sebagai seorang blogger, saya merasa bahwa suatu saat gambar-gambar tersebut bisa dipergunakan untuk menunjang tulisan.

Nah, itulah barang-barang yang wajib ada dalam tas saya saat bepergian di dalam kota. Itu belum termasuk barang yang tak terduga. Seperti saputangan, pembalut, botol minum, kotak makan kecil, minyak kayu putih dan lain-lain. 

Terbayangkan isi tas saya? Itu belum keluar kota loh! Makanya suka diledekin teman-teman. 

"Elo bawaannya kayak orang pindahan."

Memang pindahan toh? Pindah beraktivitas ditempat lain. (EP)


#BPNRamadan2021



 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Dari Dekat Para Pengisi Suara Animasi "Doraemon"

DORAEMON. Salah satu film animasi yang cukup populer di Indonesia. Merupakan judul sebuah manga dari Jepang karya Fujiko F. Fujio. Terbit pertama kali pada Desember 1969. Doraemon adalah sebuah robot musang yang datang dari abad ke-22. Doraemon dikirim untuk menolong Nobita. Seorang anak kelas 5 Sekolah Dasar yang sangat pemalas. Tujuannya agar keturunan Nobita dapat menikmati kesuksesan di masa depan, tidak menderita akibat sifat pemalas Nobita. Dalam cerita ini Nobita suka lalai dan tidak mau mendengarkan apa kata Doraemon. Sehingga benda-benda dari Doraemon yang gunanya untuk membantu dan mewujudkan keinginan Nobita, kerap jatuh ke tangan teman-temannya yang usil. Kekacauan pun terjadi karena ulah teman-temannya. Gian, Shizuka, dan Suneo adalah tokoh-tokoh sentral dalam cerita ini. Anime Doraemon dan kawan-kawan        Di Indonesia anime Doraemon dikenal sejak 13 November 1988 sampai sekarang. Disiarkan oleh stasiun tel...

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...