Langsung ke konten utama

"Tau Gak Sih" Program Tv Sarat Informasi Yang Entertaining

Bicara channel atau akun favorit yang bisa untuk menambah ilmu, agak bingung juga ya? Masalahnya saya termasuk orang yang kurang suka menonton televisi. Nah, loh? 

Eh, tapi bukan berarti enggak pernah nonton tv. Pernahlah. Apalagi kalau acara favorit. Jadi mantengin tv kalau pas acara favorit. Seperti pertandingan sepak bola, siaran MotoGP, dan acara entertainment yang bermanfaat. Tak cuma menghibur saja.

Pada dasarnya setiap channel memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing atas program yang ditayangkannya. Jadi menurut saya lebih ke selera ya? Bukan bermaksud membandingkan dengan program lain.

Trans 7.co.id

Untuk itu saya lebih suka menonton acara TAU GAK SIH yang tayang setiap hari Senin-Jumat pukul 13.30 wib di Trans 7. Suka saja. Mulai dari isi acaranya dan cara hostnya dalam membawakan acara. Lucu dan menghibur tanpa menghilangkan sisi informatifnya.

Tema informasi yang dihadirkan dalam acara ini beragam. Mulai dari kuliner, wisata, kerajinan sampai hobi. Dikemas dengan cara kekinian dan dibawakan dengan gaya lucu oleh hostnya.

YouTube

Contoh ungkapan lucu si host saat membawanya informasi tentang sesuatu  antara lain.

"Tau gak sih, dinginnya es krim sedingin sikap kamu."

"Tau gak sih, dinginnya kota Malang membekukan hatiku."

"Tau gak sih, setiap zaman memiliki cerita sendiri."

"Tau gak sih, cemburu tanda tak mampu."

YouTube

Dan masih banyak lagi. Yang kadang membuat senyum-senyum sendiri. 

Meski lucu tapi informasi yang disampaikan terkadang tak terduga. Artinya bukan informasi yang mainstream. 

Serulah pokoknya. Jadi kita (saya sih) merasa terhibur. Meskipun isi tayangan seputar informasi bermanfaat layaknya berita. (EP)



#BPNRamadan2020










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...

Bentengi Keluarga dari Perilaku Menyimpang dengan Ilmu Agama dan Komunikasi Dua Arah

Maraknya pemberitaan mengenai perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak, membuat hati ini miris mendengarnya. Apalagi saat melihat korbannya (anak-anak) yang masih begitu polos dan lugu, hati dan batin ini ikut menjerit meski bukan keluarga sendiri korbannya. Hukuman yang tidak sepadan dengan akibat yang harus ditanggung oleh si korban, membuat nurani ini berontak. Ingin rasanya menghakimi sendiri para pelaku tersebut. Hukuman mati masih terlalu enak jika mengingat kebiadaban mereka terhadap anak-anak tak berdosa itu. Seharusnya di picis dulu lalu di tembak mati. Itu hukuman yang setimpal bagi mereka. Tetapi hukum yang berlaku tidak seperti itu. Pelaku hanya dijatuhi hukuman kurungan sekian tahun. Untuk selanjutnya bebas dan bisa melanjutkan aksinya kembali. Sementara korbannya menanggung derita dan trauma seumur hidup. Sungguh hukum yang sangat tidak adil. Ketidakadilan seperti ini mau tidak mau me...