Langsung ke konten utama

Begini Cara Bijak Mengelola Uang THR

THR alias Tunjangan Hari Raya turun dompet gembul hati riang. Tapi jangan lupa diri, tak terasa membeli ini dan itu eh, tahu-tahu uang THR sudah menipis. Sementara kebutuhan belum semua terpenuhi.


Picture by pixabay

Hal tersebut pernah saya alami. Akibat suka cita berlebihan dan ingin berbagi kebahagiaan dengan keluarga. Akhirnya uang THR habis begitu saja. Usai lebaran merasa galau. 

“Kok uangku habis begitu saja ya? Sedangkan aku belum beli apa-apa.”

Ceritanya membelikan keluarga inti apa yang mereka inginkan. Kemudian keponakan dan saudara-saudara yang sekiranya perlu dibantu. 

Memang aliran uang THR saya ketahui persis kemananya. Meski demikian ada hal-hal yang rupanya tidak terlalu penting masuk dianggaran. Rasanya kok ada penyesalan. Kenapa harus dibeli?

Sejak itu saya mulai ketat mengatur keuangan. Caranya sebagai berikut:

1 . Membuat daftar siapa yang akan diberi jatah. 

Dengan adanya daftar semacam ini kita tidak bingung lagi dalam hal memberi. Semua sudah ada jatah masing-masing

2 . Merinci keperluan yang harus dibeli

Jangan mentang-mentang lebaran semua ingin serba baru. Dahulukan yang memang harus dibeli.

3 . Selektif membeli barang

Nah, ini ada kaitannya dengan poin di atas. Jadi harus benar-benar diperhatikan mana yang penting untuk diganti.

4 . Menentukan budget atau pengeluaran yang dibutuhkan.

Dengan menentukan budget maka kita tidak lepas kendali. 

Demikian cara saya dalam membatasi pengeluaran THR agar tidak habis-habis an. (EP)


#BPNRamadan2022

#Day28

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Kiat Menjadi Muslimah Zaman Now

Muslimah. Sebutan bagi perempuan muslim, yang sepatutnya menjadi sebuah kebanggan. Sebab tidak semua perempuan mendapatkan predikat atau panggilan seperti itu. Ada campur tangan Allah yang bernama hidayah. Hidayah ini sesuatu yang mahal dan langka. Sepatutnyalah dijaga baik-baik jangan sampai terlepas begitu saja. Karena ini sebuah pertanda bahwa kita adalah orang-orang yang terpilih. Melalui hidayah yang diterima itulah maka seseorang bisa disebut muslimah. Hal ini merupakan tameng atau perisai diri bagi seorang perempuan (muslimah) tersebut. Bagaimana tidak? Dengan menjadi muslimah, harga diri si perempuan menjadi terjaga. Sebab Allah SWT sendiri yang langsung menjaganya dengan aturan-aturan yang tercantum  dalam Al-Qur'an. Kitab suci umat muslim yang berisi firman-firman Allah. Salah satunya tentang bagaimana seharusnya seorang muslimah itu berbusana. Picture by pinterest Hal ini tercantum dalam surat An-Nur ayat: 31 yang bunyi artinya sebagai...

Mengenal Dari Dekat Para Pengisi Suara Animasi "Doraemon"

DORAEMON. Salah satu film animasi yang cukup populer di Indonesia. Merupakan judul sebuah manga dari Jepang karya Fujiko F. Fujio. Terbit pertama kali pada Desember 1969. Doraemon adalah sebuah robot musang yang datang dari abad ke-22. Doraemon dikirim untuk menolong Nobita. Seorang anak kelas 5 Sekolah Dasar yang sangat pemalas. Tujuannya agar keturunan Nobita dapat menikmati kesuksesan di masa depan, tidak menderita akibat sifat pemalas Nobita. Dalam cerita ini Nobita suka lalai dan tidak mau mendengarkan apa kata Doraemon. Sehingga benda-benda dari Doraemon yang gunanya untuk membantu dan mewujudkan keinginan Nobita, kerap jatuh ke tangan teman-temannya yang usil. Kekacauan pun terjadi karena ulah teman-temannya. Gian, Shizuka, dan Suneo adalah tokoh-tokoh sentral dalam cerita ini. Anime Doraemon dan kawan-kawan        Di Indonesia anime Doraemon dikenal sejak 13 November 1988 sampai sekarang. Disiarkan oleh stasiun tel...