Langsung ke konten utama

Inilah 5 Kegiatan Bermanfaat Selama Bulan Ramadan ala Biker


Bulan puasa kalau di rumah saja biasanya ngapain saja teman? Jangan bilang tidur saja ya. Bukannya tidak boleh, tapi kan tidur terus sepanjang hari tidak bagus.

Dulu saya pernah mengalami masa-masa seperti itu. Begitu sadar, kok merasa rugi banget ya? Waktu terbuang sia-sia. Badan rasanya enggak enak. Iya, bener loh. Kebanyakan tidur tuh bikin badan enggak karuan. Meskipun secara dalil tidurnya orang puasa itu ibadah.

Di bengkel (dokpri)


Kalau bisa jangan tidur terus kale. Cari ibadah lain atau kegiatan lain yang bermanfaat. Nah, untuk itu perlu nih mengetahui tentang hobi dan keinginan diri. Kita tuh senangnya apa? Maunya ngapain biar puasanya asik dan tidak mikirin kapan waktu berbuka.

Nah, saya pribadi sebagai penyuka olahraga bersepeda dan senang bertualang dengan sepeda motor. Maka kegiatan yang saya lakukan selama ini tidak jauh-jauh dari keduanya. Apa sajakah itu?

1 . Ke bengkel

Biasanya ke bengkel itu kan kalau ada kerusakan atau ada yang perlu diganti? Kalau saya tidak. Motor atau sepeda  tetap dibawa ke bengkel untuk konsultasi dengan tukang bengkelnya. Terutama jika ingin dipergunakan untuk perjalanan jarak jauh. 

2 . Mencuci motor atau sepeda

Jika biasanya motor dan sepeda dibawa ke tempat cuci motor. Maka untuk mengisi waktu luang selama bulan puasa ini saya cuci sendiri. Sayanya merasa segar karena sambil bermain air. Kendaraan pun jadi kinclong.

3 . Mempelajari peta perjalanan

Meski tidak sedang dalam perencanaan untuk melakukan perjalanan jarak jauh, bagi saya membaca peta perjalanan sungguh menyenangkan. Saya jadi mengetahui rute-rute yang belum pernah dilalui dan mencatat rute perjalanan yang sekiranya menarik. Jadi ketika tiba-tiba harus melakukan perjalanan jauh sudah tidak bingung.

4 . Goegling tentang daerah yang ingin dikunjungi

Walaupun masih belum ada kepastian kapan berangkat atau melakukan perjalanan jauh. Setidaknya memiliki keinginan untuk melakukan hal tersebut. Oleh karenanya mulai deh meluangkan waktu untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang daerah yang ingin dikunjungi. 

5 . Merapikan dan mencatat perlengkapan riding

Namanya melakukan perjalanan jarak jauh, maka perlengkapan yang perlu dibawa harus benar-benar diperhatikan. Untuk itu harus dicatat barang-barang yang diperlukan. Apa yang sudah dimiliki dan mana yang dibutuhkan. Dengan demikian persiapan saya secara fisik kendaraan sudah siap.

Nah, itulah kegiatan bermanfaat saat puasa ala biker. Semoga bermanfaat. (EP)


#BPNRamadan2022

#Day9

Komentar

  1. bener mbak, kalau kebanyakan tidur juga ga enak, mending cari kesibukan.
    kalau saya ga jauh jauh dari internet

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...

Bentengi Keluarga dari Perilaku Menyimpang dengan Ilmu Agama dan Komunikasi Dua Arah

Maraknya pemberitaan mengenai perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak, membuat hati ini miris mendengarnya. Apalagi saat melihat korbannya (anak-anak) yang masih begitu polos dan lugu, hati dan batin ini ikut menjerit meski bukan keluarga sendiri korbannya. Hukuman yang tidak sepadan dengan akibat yang harus ditanggung oleh si korban, membuat nurani ini berontak. Ingin rasanya menghakimi sendiri para pelaku tersebut. Hukuman mati masih terlalu enak jika mengingat kebiadaban mereka terhadap anak-anak tak berdosa itu. Seharusnya di picis dulu lalu di tembak mati. Itu hukuman yang setimpal bagi mereka. Tetapi hukum yang berlaku tidak seperti itu. Pelaku hanya dijatuhi hukuman kurungan sekian tahun. Untuk selanjutnya bebas dan bisa melanjutkan aksinya kembali. Sementara korbannya menanggung derita dan trauma seumur hidup. Sungguh hukum yang sangat tidak adil. Ketidakadilan seperti ini mau tidak mau me...