Langsung ke konten utama

Blog Sebagai Diary Digital Pengganti Buku Harian

Buku harian atau diary. Pasti dong kenal dengan buku kecil satu ini? Bisa jadi sangat akrab dengan yang namanya diary. Karena pada zamannya diary merupakan sahabat sejati yang menampung segala cerita kita. Dijamin terjaga kerahasiaannya. Enggak bakal disebarluaskan deh. 

Picture by Pixabay

Ya, iyalah terjaga. Karena dia kan enggak ada mulut untuk bercerita lagi. Lha, wong benda mati...hihihi. Kecuali diary-nya diambil orang ya? Itu lain cerita. Orang sejagad bisa mengetahui cerita kita.

Duh, jangan sampai deh kejadian seperti itu. Malunya enggak ketulungan. Sejauh ini sih tidak pernah panik karena buku diary-nya dibaca orang. Saya termasuk arsipis terbaik. Paling pinter urusan simpan menyimpan. Apalagi menyimpan rahasia. Kecuali menyimpan uang ya? Dijamin enggak sukses.

Eh, kalau pun diary saya sampai ketahuan pada saat itu ya enggak apa-apa juga. Karena isinya cuma cerita perjalanan dan rencana perjalanan selanjutnya. Serta cerita lain yang enggak ada romantisnya deh hehehe.

Eh, bicara diary. Saya termasuk orang yang rajin menulis diary. Satu tahun bisa memiliki beberapa buku diary saking seringnya menulis. Dari tulisan yang ada di diary kerap muncul ide untuk membuat puisi dan cerpen yang kemudian saya kirim ke media cetak. 

Nah, karena proses menunggu tulisan kita muncul di koran atau majalah tuh lama. Teman yang kerap saya mintai saran merasa gemas. Akhirnya dia menyarankan untuk membuat blog saja. Jadi langsung nulis di sana apa-apa yang jadi unek-unek di hati.

“Semacam diary digital gitu, Den,” ujar si teman. 

“Oke,” kata saya.

Jadi itulah awal mula mengenal blog dan tujuan saya ngeblog:

- Awalnya sebagai pengganti buku harian. Blog menjadi semacam diary digital

Tapi begitu menyadari bahwa tulisan yang publish di blog bisa langsung terbaca oleh mereka yang goegling. Fungsi blog langsung berubah.

- Blog sebagai sarana untuk berbagi cerita dan pengalaman

Sebab tak ada tulisan yang termehek-mehek di dalam blog saya. Malu. Bisa saja sih disimpan sendiri. Tapi sayang kalau tulisan kita disimpan begitu saja. Barangkali bermanfaat bagi orang lain. Oleh karenanya tidak asal curhat di blog.-Sepanjang perjalanan hidup yang dilalui ada banyak orang-orang hebat yang saya temui. Dari obrolan dengan mereka bisa dibagikan lagi tentang perjalanan yang diraih untuk menjadi seperti sekarang. 

- Blog tempat menyalurkan ide dan pendapat

Ide dan pendapat yang ada di kepala bisa saya salurkan lewat blog. Terutama ketika mengikuti kompetisi blog. Biasanyakan sudah ditentukan tuh temanya. Nah, di situlah penyalurannya.

- Blog tempat menghasilkan cuan

Setelah memiliki blog dan banyak yang tahu saya senang menulis di blog. Mulailah ada tawaran menulis dengan imbalan fee. Sejauh tulisan yang diminta tidak neko-neko, tentu saya terima. Dari situlah blog menjadi tempat menghasilkan cuan. Tidak boleh ditolak toh?

Itulah sekelumit kisah saya di dunia blogging. Tujuan awal hingga menghasilkan cuan. Semua mengalir begitu saja. Meski bukan blogger cetar dan profesional, saya tetap bangga menyebut diri sebagai seorang blogger. Sebab dari blog saya mendapatkan banyak hal. Pertemanan,cuan, ilmu dan kamu...uhuyy. (EP)


#BPNRamadan2022

#Day14

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Dari Dekat Para Pengisi Suara Animasi "Doraemon"

DORAEMON. Salah satu film animasi yang cukup populer di Indonesia. Merupakan judul sebuah manga dari Jepang karya Fujiko F. Fujio. Terbit pertama kali pada Desember 1969. Doraemon adalah sebuah robot musang yang datang dari abad ke-22. Doraemon dikirim untuk menolong Nobita. Seorang anak kelas 5 Sekolah Dasar yang sangat pemalas. Tujuannya agar keturunan Nobita dapat menikmati kesuksesan di masa depan, tidak menderita akibat sifat pemalas Nobita. Dalam cerita ini Nobita suka lalai dan tidak mau mendengarkan apa kata Doraemon. Sehingga benda-benda dari Doraemon yang gunanya untuk membantu dan mewujudkan keinginan Nobita, kerap jatuh ke tangan teman-temannya yang usil. Kekacauan pun terjadi karena ulah teman-temannya. Gian, Shizuka, dan Suneo adalah tokoh-tokoh sentral dalam cerita ini. Anime Doraemon dan kawan-kawan        Di Indonesia anime Doraemon dikenal sejak 13 November 1988 sampai sekarang. Disiarkan oleh stasiun tel...

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...