Langsung ke konten utama

[Hobiku] Bertualang dan Mengoleksi Pernak-pernik Unik

Bicara hobi? Wah, banyak sekali. Karena saya tuh suka segala hal yang unik dan menarik. Mulai dari pernak-pernik unik, perangko, sumpit dan masih banyak lagi. Semua dijadikan koleksi karena unik.

Koleksi tiket (dokpri)

Itu hobi yang terkait benda. Kalau hobi terkait aktivitas out door. Saya senang berenang, bersepeda, motoran dan berkebun. 

Semua hobi out door tersebut dilakukan secara bergantian. Kecuali berkebun yang hampir setiap hari mengurusi tanaman sebelum mulai beraktivitas.

Saya suka melihat tempat yang banyak tanamannya. Rasanya teduh dan menyejukkan. Jadi kalau di rumah, saya bisa seharian mengurus tanaman. Gantung sana, gantung sini. Pindah sana pindah sini tuh pot. Biar terlihat rapi.

Untuk berenang sudah lama tak dilakukan lagi karena pandemi. Dulu rutin setiap akhir pekan. Bahkan pernah jadi pelatih renang anak-anak usia TK. Cita-citanya terkait renang sih pengin jadi penjaga pantai. Dulu.

Sedangkan untuk bersepeda. Wah, ini sih sudah seperti pasangan jiwa saya tuh sepeda. Kalau keluar di sekitar rumah pasti naik sepeda. Tapi pernah juga bersepeda sampai ke Bogor dan Serang.

Bersepeda sampai ke Serang (dokpri)

Seru dan asik saja bisa membawa sepeda kesayangan kemana-mana. Full digowes loh ya? Dari rumah sampai tujuan. Bukan naikkan ke mobil dulu baru digowes.

Selanjutnya hobi motoran. Kalau ini karena memang senang dan seru juga. Saya senang nonton MotoGP. Kalau sudah di atas motor rasanya pengin menjelajahi seluruh bumi ini. Setidaknya Indonesia dulu deh.

Weh, segitunya. Memang iya. Kalau ada yang sponsori dan mau menanggung seluruh biaya hidup saya dan keluarga selama saya bertualang. Bisa ngegas nih saya... hehehe

Eh, tapi saya hobi berkain dan kebaya juga nih. Jadi kalau dispesifikan, hobi saya itu banyak. Tak cukup satu. (Ep)


#BPNRamadan2022

#Day17

Komentar

  1. Wah hobinya unik ya mbak. Sama dengan saya suka naik motor sampai sering nimbrung nonton motor gp. Kalau sudah di atas motor tuh rasanya happy banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, toss Mba. Benar. Berada di atas motor tuh happy banget.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...

Kiat Menjadi Muslimah Zaman Now

Muslimah. Sebutan bagi perempuan muslim, yang sepatutnya menjadi sebuah kebanggan. Sebab tidak semua perempuan mendapatkan predikat atau panggilan seperti itu. Ada campur tangan Allah yang bernama hidayah. Hidayah ini sesuatu yang mahal dan langka. Sepatutnyalah dijaga baik-baik jangan sampai terlepas begitu saja. Karena ini sebuah pertanda bahwa kita adalah orang-orang yang terpilih. Melalui hidayah yang diterima itulah maka seseorang bisa disebut muslimah. Hal ini merupakan tameng atau perisai diri bagi seorang perempuan (muslimah) tersebut. Bagaimana tidak? Dengan menjadi muslimah, harga diri si perempuan menjadi terjaga. Sebab Allah SWT sendiri yang langsung menjaganya dengan aturan-aturan yang tercantum  dalam Al-Qur'an. Kitab suci umat muslim yang berisi firman-firman Allah. Salah satunya tentang bagaimana seharusnya seorang muslimah itu berbusana. Picture by pinterest Hal ini tercantum dalam surat An-Nur ayat: 31 yang bunyi artinya sebagai...