Langsung ke konten utama

Buka Puasa Bersama? Kampung Makan Joglo 21 Saja

Puasa baru saja memasuki hari kedua. Urusan buka puasa bersama sudah mulai dibahas. Apa enggak terlalu kecepetan tuh? Eits, jangan salah. Justru harus dari awal dibicarakan. Agar bisa mendapatkan tempat berbuka puasa yang nyaman. Karena hampir semua orang merencanakan buka puasa bersama juga. Bisa-bisa semua tempat yang kita incar sudah reservasi orang.


Bicara soal tempat buka puasa bersama yang paling favorit. Saya sih merekomendasikan Kampung Makan Joglo 21. Lokasinya di Jalan Joglo Raya. Kenapa saya suka tempat itu? Karena nyaman dan ada area bermain anak-anak.

Nuansanya tuh alami. Tempat makannya banyak. Bisa untuk berdua, bertiga, dan satu RT. Iiih, beneran. Saya pernah membawa rombongan soalnya. Cocoklah. Karena area bermain anak-anaknya terjangkau mata. 

Untuk urusan menu, lengkap. Harganya pun terjangkau. Kalau cuma sekedar ingin ngopi-ngopi atau ngeteh saja juga bisa. Ada tempat yang cukup privasi. Pokoknya seru deh menurut saya.

Untuk urusan tempat, bisa pilih yang lesehan atau pakai kursi. Semua tinggal disesuaikan dengan selera dan orang yang akan diajak makan ke sana. 


Pokoknya sangat rekomanded sekali. Lalu bagaimana transportasi menuju ke sana? Dari mana pun teman-teman datang, tuju saja jalan joglo raya. Nanti begitu dekat tanya saja kampung makan joglo 21. Insya Allah semua tahu. Mudah bukan?

Harus jauh-jauh hari ya kalau ingin buka bersama di sana. Peminatnta banyak. Terutama dari kalangan keluarga. Penasaran? Yuuuk...cuuus ke sana. Kampung Makan Joglo 21.(EP)

#BPNetwork
#BloggerPerempuan
#30harikebaikanBPN
#BPNramadanchallenge
#30dayblogpostBPNday2



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Kiat Menjadi Muslimah Zaman Now

Muslimah. Sebutan bagi perempuan muslim, yang sepatutnya menjadi sebuah kebanggan. Sebab tidak semua perempuan mendapatkan predikat atau panggilan seperti itu. Ada campur tangan Allah yang bernama hidayah. Hidayah ini sesuatu yang mahal dan langka. Sepatutnyalah dijaga baik-baik jangan sampai terlepas begitu saja. Karena ini sebuah pertanda bahwa kita adalah orang-orang yang terpilih. Melalui hidayah yang diterima itulah maka seseorang bisa disebut muslimah. Hal ini merupakan tameng atau perisai diri bagi seorang perempuan (muslimah) tersebut. Bagaimana tidak? Dengan menjadi muslimah, harga diri si perempuan menjadi terjaga. Sebab Allah SWT sendiri yang langsung menjaganya dengan aturan-aturan yang tercantum  dalam Al-Qur'an. Kitab suci umat muslim yang berisi firman-firman Allah. Salah satunya tentang bagaimana seharusnya seorang muslimah itu berbusana. Picture by pinterest Hal ini tercantum dalam surat An-Nur ayat: 31 yang bunyi artinya sebagai...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...