Langsung ke konten utama

Jeruk Nipis Penghilang Ketombe Paling Cepat dan Ampuh

Ketombe. Si putih yang menyebalkan dan suka membuat malu. Gimana enggak nyebelin, kalau sudah bersarang di kepala rasanya gatal enggak ketulungan. Tanpa sadar kulit kepala sampai lecet karena keasyikan digaruk.

Jeruk nipis

Sedangkan suka bikin malunya tuh kalau kita pakai baju warna hitam. Si ketombe suka rontok seenaknya di baju tanpa kenal tempat. Waktu belum berhijab suka dilihatin orang. Kalau orangnya cuek malah berani menegur.

Berbagai shampoo anti ketombe sudah pernah saya coba. Hasilnya sama saja. Ketombe tak hilang. Justru semakin tebal. Bahkan saya pernah memplontos rambut kepala sampai semi botak. Ternyata sama saja. Kulit kepala tetap gatal. Karena ketombe memang muncul di kulit kepala. 

Duh, gimana enggak stress coba. Segala macam obat anti ketombe pun sudah dicoba tapi tak berhasil. Akhirnya ceritalah saya sama ibu. Eh, enteng sekali saran yang ibu berikan. "Olesi air perasan jeruk nipis. Pasti cepet hilang. Tapi agak perih kalau ada kulit kepala yang lecet."


Irisan jeruk nipis

Karena ingin cepat terbebas dari ketombe. Akhirnya saya ikuti saran ibu. Hasilnya? Wow...luar biasa. Kulit kepala saya jadi jarang gatal. Ketombe pun mulai sedikit berkurang. Ajaib ya? Jeruk nipis yang saya tahunya untuk minuman atau penyedap makanan seperti soto dan rawon. Ternyata memiliki khasiat lain. Yaitu menghilangkan ketombe.

Begini cara pemakaiannya:

1 . Siapkan satu atau dua buah jeruk nipis
2 . Potong dan peras untuk diambil airnya.
3 . Sisir dengan rapih rambut kepala, agar pori-porinya terbuka.
4 . Oles kepala dengan air perasan jeruk nipis secara perlahan. Rasakan tetesannya hingga ke kulit kepala.
5 . Oles sampai rata
6 . Diamkan selama 15 menit.
7 . Bilas rambut dengan air hangat lalu keramas seperti biasa.
8 . Rasakan khasiatnya setelah beberapa kali pemakaian.

Perasan jeruk nipis

Wah, ternyata solusinya mudah asal tahu celahnya. Kenapa tidak dari awal saya bertanya kepada ibu? Orang tua pasti sudah banyak tahu dan pengalamannya. 

Inilah gaya saya yang apa-apa mau mengatasi sendiri dulu. Kalau sudah mentok baru minta solusi. Karena saya pikir ada banyak shampoo anti ketombe. Ternyata....


#bloggerperempuan
#30harikebaikanbpn
#bpnramadhanchallenge
#bpnpostchallengeday7

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Bentengi Keluarga dari Perilaku Menyimpang dengan Ilmu Agama dan Komunikasi Dua Arah

Maraknya pemberitaan mengenai perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak, membuat hati ini miris mendengarnya. Apalagi saat melihat korbannya (anak-anak) yang masih begitu polos dan lugu, hati dan batin ini ikut menjerit meski bukan keluarga sendiri korbannya. Hukuman yang tidak sepadan dengan akibat yang harus ditanggung oleh si korban, membuat nurani ini berontak. Ingin rasanya menghakimi sendiri para pelaku tersebut. Hukuman mati masih terlalu enak jika mengingat kebiadaban mereka terhadap anak-anak tak berdosa itu. Seharusnya di picis dulu lalu di tembak mati. Itu hukuman yang setimpal bagi mereka. Tetapi hukum yang berlaku tidak seperti itu. Pelaku hanya dijatuhi hukuman kurungan sekian tahun. Untuk selanjutnya bebas dan bisa melanjutkan aksinya kembali. Sementara korbannya menanggung derita dan trauma seumur hidup. Sungguh hukum yang sangat tidak adil. Ketidakadilan seperti ini mau tidak mau me...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...