Langsung ke konten utama

Kulit Kering? Olesi Lidah Buaya

Perawatan diri bagi seorang perempuan itu sangat penting. Agar tubuh terlihat segar, sehat dan bersih. Apalagi kebersihan merupakan sebagian dari iman. Maka menjaga kebersihan termasuk kebersihan diri bagi seorang muslimah menjadi sebuah keharusan.

Namun perawatan yang biasanya dilakukan oleh hampir semua perempuan terfokus pada wajah dan rambut. Urusan perawatan kulit kerap terabaikan. Terutama kulit bagian bawah. Betis sampai tumit. "Ah, tidak kelihatan saja kok. Tertutup rok dan kaos kaki," dalihnya.

Ketika pasangan berkomentar barulah kepikiran. "Bunda, Ayah perhatikan tumit Bunda kok pecah-pecah gitu. Jelek atuh dilihatnya? Memang tidak terasa perih? Sudah dikasih obat belum?"

Meski bisa berdalih bahwa ini semua akibat cuaca yang sangat panas. Bisa tersenyum saat pasangan mengkritisi penampilan kita. Rasanya tetap kepikiran juga deh. Ini sama seperti saat dikritisi soal berat badan. Sok cuek padahal diam-diam mencari solusi. Mulai dari mengikuti kegiatan senam sampai diet sehat.

Namanya dikritisi pasangan, rasanya gimana gitu. Akhirnya dengan segala cara mulailah mencari informasi mengenai obat pecah-pecah untuk kulit kering. Masalahnya tidak semudah itu. Butuh proses dan dana tentunya.

Nah, agar proses perawatan kulitnya mudah dan murah. Ikuti tips berikut ini;

- Siapkan 1 ruas lidah buaya
- Potong sesuai selera
- Belah menjadi dua bagian agar bagian yang berlendir terlihat
- Oleskan lendir lidah buaya tersebut ke kaki dan tumit
- Lakukan secara teratur dan rutin
- Kulit pun terlihat cerah kembali.
- Pecah-pecah dikulit hilang.

Lidah buaya

Kok mudah? Iya. Sebab lendir di dalam daging buah lidah buaya memiliki kandungan zat-zat yang bermanfaat. Seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B, C, B12 dan vitamin E.

Daging lidah buaya

Satu lagi. Didalam lidah buaya juga terkandung zat anti inflamasi. Gunanya untuk menyembuhkan luka luar. Wah, luar biasa bukan? Silakan dicoba. (EP)


#BloggerPerempuan
#30harikebaikanbpn
#bpnramadhanchallenge
#bpnpostchallengeday8


Komentar

  1. Saya sering pakai lidah buaya untuk mengeringkan luka 😁

    BalasHapus
  2. Aku sering pakai lidah buaya buat dioles di kulit kepala, mbak Denik. Pernah nyoba buat di wajah, tapi malah gatal-gatal :(

    BalasHapus
  3. Lidah buaya si tanaman serba guna, hihi.
    kalau saya, lidah buaya untuk muka dan hasilnya kece banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, saya juga suka pakai untuk di wajah. Rasanya adem.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Bentengi Keluarga dari Perilaku Menyimpang dengan Ilmu Agama dan Komunikasi Dua Arah

Maraknya pemberitaan mengenai perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak, membuat hati ini miris mendengarnya. Apalagi saat melihat korbannya (anak-anak) yang masih begitu polos dan lugu, hati dan batin ini ikut menjerit meski bukan keluarga sendiri korbannya. Hukuman yang tidak sepadan dengan akibat yang harus ditanggung oleh si korban, membuat nurani ini berontak. Ingin rasanya menghakimi sendiri para pelaku tersebut. Hukuman mati masih terlalu enak jika mengingat kebiadaban mereka terhadap anak-anak tak berdosa itu. Seharusnya di picis dulu lalu di tembak mati. Itu hukuman yang setimpal bagi mereka. Tetapi hukum yang berlaku tidak seperti itu. Pelaku hanya dijatuhi hukuman kurungan sekian tahun. Untuk selanjutnya bebas dan bisa melanjutkan aksinya kembali. Sementara korbannya menanggung derita dan trauma seumur hidup. Sungguh hukum yang sangat tidak adil. Ketidakadilan seperti ini mau tidak mau me...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...