Langsung ke konten utama

Aturan Sikat Gigi Saat Puasa

Selama menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan banyak hal-hal kecil yang perlu diperhatikan. Agar puasa kita tidak batal karena ketidaktahuan. Misalnya urusan kumur dan sikat gigi.

Image foto by fimale.com

Hanya karena ketidaktahuan dan kurang hati-hati lantas puasa kita batal, tentu sangat disayangkan. 

Berikut ini beberapa hal kecil yang perlu diperhatikan:

- Hati-hati ketika berkumur. Terutama saat berwudhu untuk salat.
- Jangan terlalu lama berkumur. Dikhawatirkan ada air yang tertelan.
- Jangan berkumur dengan memainkan airnya di leher. Hal ini sangat berisiko membuat airnya tertelan.

Aturan sikat gigi saat puasa:

- Lakukan sika gigi seperti biasa. 2 x sehari.
- Pertama sikat gigi sebelum tidur
- Kedua sikat gigi sebelum waktu imsyak

Jadi ketika selesai sahur. Beberapa menit sebelum imsyak segeralah menggosok gigi. Agar tidak khawatir kalau ada air yang tertelan.

Jika lupa dan tiba-tiba sudah terdengar azan subuh. Tetaplah menyikat gigi seperti biasa. Hanya harus hati-hati saat berkumur.

Selama aturan ini diikuti dengan baik. Insya Allah kesehatan mulut bisa terjaga. Ibadah lancar. Hati senang.(EP)


#bloggerperempuan
#30harikebaikanbpn
#bpnramadhanchallenge
# bpnpostchallengeday9




Komentar

  1. Saya juga kalo wudhu pas puasa suka skip bagian berkumur karena kalo setelah berkumur saya jadi sering ngeludah gitu khawatir masih ada sisa air yang bisa tertelan. Makanya mending gak usah berkumur aja

    BalasHapus
  2. Ovi sikat giginya pagi hari hahah mau sholat dhuha 🙈

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Bentengi Keluarga dari Perilaku Menyimpang dengan Ilmu Agama dan Komunikasi Dua Arah

Maraknya pemberitaan mengenai perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak, membuat hati ini miris mendengarnya. Apalagi saat melihat korbannya (anak-anak) yang masih begitu polos dan lugu, hati dan batin ini ikut menjerit meski bukan keluarga sendiri korbannya. Hukuman yang tidak sepadan dengan akibat yang harus ditanggung oleh si korban, membuat nurani ini berontak. Ingin rasanya menghakimi sendiri para pelaku tersebut. Hukuman mati masih terlalu enak jika mengingat kebiadaban mereka terhadap anak-anak tak berdosa itu. Seharusnya di picis dulu lalu di tembak mati. Itu hukuman yang setimpal bagi mereka. Tetapi hukum yang berlaku tidak seperti itu. Pelaku hanya dijatuhi hukuman kurungan sekian tahun. Untuk selanjutnya bebas dan bisa melanjutkan aksinya kembali. Sementara korbannya menanggung derita dan trauma seumur hidup. Sungguh hukum yang sangat tidak adil. Ketidakadilan seperti ini mau tidak mau me...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...