Langsung ke konten utama

Make Up Lebaran Untuk Kesan Tegas dan Elegant

Memiliki warna kulit putih bersih merupakan dambaan setiap perempuan. Selain enak dipandang, dalam urusan busana dan tata rias rasanya cocok semua. 

Berbeda dengan kita yang warna kulitnya sawo matang bahkan cenderung gelap. Tentu harus pikir-pikir terlebih dulu jika ingin menggunakan make-up.

Bukan berarti tidak boleh menggunakan semua warna. Boleh saja asal percaya diri. Sebab tidak semua warna cocok untuk si kulit sawo matang.

Untuk menunjang penampilan agar tetap menarik dan cantik. Maka kita si pemilik kulit sawo matang harus pandai-pandai memilih dan memadu padankan warna.

Saya yang juga dianugerahi kulit sawo matang, awalnya bingung kalau mau berdandan. Bingung mau  menggunakan warna apa yang cocok. Setelah memperhatikan beberapa publik figure yang berkulit sawo matang. Akhirnya saya pun menemukan make up favorit untuk segala suasana.

Pilihan make up saya

Untuk kesan elegant dan tegas, saya memilih warna cokelat tua dan ungu untuk riasan di bagian mata. Ditambah dengan maskara warna hitam.

Image foto by herworld

Begitu juga untuk bibir. Saya memilih warna keungu-unguan atau merah bata agar terlihat tegas. Kalau adik saya menyebutnya warna jutek. Tetapi saya suka. Kelihatan tegas.

Image foto by mommyasia

Apalagi dalam suasana hari raya. Saya ingin tampil beda. Jika biasanya untuk make up sehari-hari hanya memakai bedak dan lipstik. Maka di hari istimewa ini ingin memakai make up lengkap dari alis sampai bibir. Agar terlihat elegant.

Image foto by popbela

Tetapi bukan berarti saya tak menyukai warna natural. Suka juga. Biasanya make up natural disesuaikan dengan warna pakaian. Kalau pakaian yang saya kenakan berwarna lembut. Pilihan make up lebih ke warna natural. Cokelat dan pink.

Image foto by makeup

Dari beberapa pilihan warna make up, saya cenderung menyukai warna agak gelap. Ungu tua, cokelat tua dan merah bata. Warna jutek kata adik saya. Iya juga sih. Biar enggak ada yang godain. Begitu dalih saya.

Apapun pilihan warnanya. Tergantung tingkat kepercayaan diri si pemakai. Karena kulit saya sawo matang maka saya lebih percaya diri menggunakan make up dengan warna tua dan tegas untuk acara-acara resmi. Karena berkesan tegas dan elegant.


#BloggerPerempuan
#30harikebaikanBPN
#BPNramadhanchallenge
#BPNblogpostchallengeday22




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar Tancap Dalam Kenangan

Pada suatu hari ketika saya melewati sebuah perkampungan yang sedang menggelar hajatan, ada sebuah pemandangan yang tiba-tiba menggelitik hati. Yaitu layar tancap (layar tancep). Sesuatu yang sudah jarang sekali ditemukan. Apalagi di zaman sekarang.  Dokumen pribadi Padahal beberapa tahun yang lalu layar tancap pernah menjadi primadona masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dahulu dalam setiap acara hajatan terutama jika masyarakat Betawi yang menggelarnya, layar tancap menjadi sebuah hiburan yang ditunggu-tunggu. Semacam tren mark yang tak boleh dilewatkan. Bahkan bisa menaikkan gengsi si pemilik hajat, bila dilihat dari jenis layar tancap yang disewa. Mabak. Itu salah satu jenis layar tancap yang dianggap paling bagus. Dari tampilan di layar, kejernihan suara dan kualitas gambar yang baik, mabak memang berbeda. Oleh karena itu harga sewanya konon mahal. Tak heran bila si empunya hajatan lantas disebut sebagai orang yang mampu. Sekitar tahun 1990-an ke...

Bentengi Keluarga dari Perilaku Menyimpang dengan Ilmu Agama dan Komunikasi Dua Arah

Maraknya pemberitaan mengenai perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak, membuat hati ini miris mendengarnya. Apalagi saat melihat korbannya (anak-anak) yang masih begitu polos dan lugu, hati dan batin ini ikut menjerit meski bukan keluarga sendiri korbannya. Hukuman yang tidak sepadan dengan akibat yang harus ditanggung oleh si korban, membuat nurani ini berontak. Ingin rasanya menghakimi sendiri para pelaku tersebut. Hukuman mati masih terlalu enak jika mengingat kebiadaban mereka terhadap anak-anak tak berdosa itu. Seharusnya di picis dulu lalu di tembak mati. Itu hukuman yang setimpal bagi mereka. Tetapi hukum yang berlaku tidak seperti itu. Pelaku hanya dijatuhi hukuman kurungan sekian tahun. Untuk selanjutnya bebas dan bisa melanjutkan aksinya kembali. Sementara korbannya menanggung derita dan trauma seumur hidup. Sungguh hukum yang sangat tidak adil. Ketidakadilan seperti ini mau tidak mau me...

Misteri Pohon Besar di Kalibata City Apartement

Saat saya sedang berjalan-jalan di Kalibata City Apartment, Jakarta Selatan. Pandangan saya tertarik pada sebuah pohon besar di samping belakang apartement. Ukuran pohonnya memang besar sekali. Pikir saya. ”Kenapa tidak ditebang? Bisa bahaya kalau roboh.”  Dokumen pribadi Saya pun iseng menanyakan hal tersebut kepada kawan yang sudah lama tinggal di sana. Jawabannya sungguh membuat merinding bulu kuduk.  “Gak ada yang bisa menebang pohon tersebut. Karena banyak penunggunya. Setiap malam ada saja yang melihat penampakan-penampakan dibawah pohon itu.”  Hiiii...Seram juga ya, pikir saya. “Makanya ada semacam meja kecil diatas pohon itu. Untuk tempat sesajen. Biar penunggunya gak mengganggu orang-orang di sini,” papar kawan saya. Diam-diam ada rasa penasaran dalam hati saya. Seperti apa sih pohon itu jika dilihat dari dekat?  Maka saya pun mendekati pohon tersebut. Memang besar sekali. Terlihat dari batangnya yang besar dan tinggi. Nama pohonnya ternyata pohon mah...